19 October 2021, 23:06 WIB

Pemkot Tangsel Diminta Lebih Peduli Memajukan Olahraga 


Syarief Oebaidillah | Megapolitan

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Momen saat atlet dayung Banten, yang termasuk atlet dari tangsel meraih medali di PON XX apua

PERHELATAN PON XX di Papua telah berakhir dan para atlet kembali ke daerah masing masing. Beragam sambutan dan apresiasi pemerintah daerah memberi perhatian para atletnya yang meraih prestasi. 

Namun kondisi itu berbeda di wilayah kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. 

"Kami berharap pemerintahan kota atau Pemkot Tangsel dapat menggandeng pihak swasta dalam hal pembinaan dan apresiasi atlet. Pemda Lebak saja bisa memberi apresiasi yang tinggi pada atlet berprestasi masa Pemkot Tangsel tidak bisa," ungkap Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Dayung Tangsel, Dodi Haryanto saat dihubungi Media Indonesia, kemarin 

Menurut Dodi, pihak Tangsel masih berwacana dan belum ada kepastian nominal bonus bagi atlet peraih medali PON XX Papua, tidak seperti daerah lain seperti Lebak dan Tangerang. 

Padahal, lanjut dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan potensi pihak swasta di Tangsel jauh diatas daerah lain. 

Dia menyarankan Pemkot Tangsel khususnya Dinas.Pendidikan Olahraga (Dispora) juga KONI melakukan konfrensi pers dalam menanggapi polemik tersebut serta ada kepastian untuk atlet. 

"Jangan dibikin ngambang kaya gini, dalam artian belum ada jawaban pasti terkait bonus atlet. Berapa nominalnya ada yang bilang nanti diberikan pada saat HUT Tangsel,, ada juga yang bilang baru mau dirumuskan," tandasnya seraya mengingatkan pada tahun 2022 akan ada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  Banten. 

"Jangan sampai atlet yang kita bina hijrah ke daerah lain yang lebih memperhatikan kesejahteraan atlet, " tukasnya. 

Baca juga : Tommy Sugiarto Berpotensi Lawan Anthony Ginting di Denmark Terbuka

Sementara itu Dimas Antariksa, satu dari lima atlet cabang olahraga Dayung Tangsel yang meraih medali perunggu bagi Provinsi Banten mengaku hanya bisa  mengelus dada atas perhatian pemerintah daerahnya. 

Ia merasa cemburu juga karena seluruh atlet tidak dilepas oleh pejabat daerah seperti kabupaten/kota lainnya yang tergabung dalam kontingen Provinsi Banten. Ia Juga tidak disertai dukungan dana pendampingan atau uang saku selama berjuang di PON Papua. 

Dimas bersama empat rekan lainnya terpaksa harus "puasa" selama berada di Bumi Cendrawasih. 

Ditanya uang dari mana  para atlet tak menerima uang saku?. "Minjam ke teman untuk jajan," ungkapnya. 

Ia berharap Pemkot Tangsel bersikap adil kepada atlet, tidak pilih kasih. Ia mencontohklan atlet taekwondo mendapat uang saku, dan setibanya di Kota Tangsel mendapat bonus dari prestasi medali yang sama. 

Seharusnya, lanjut Dimas, Pemkot lebih perhatian juga pada bidang olahraga. Seperti peralatan yang kurang memadai, anggaran kecil. 

"Jika atlet didukung semuanya bakal semangat juga. 

"Bagaimana kami  mau berkembang jika tidak ada dukungan dari pemkot, " tandasnya. 

Lebih lanjut ia mencontohkan fasilitas untuk olahraga  Dayung di Tangsel saja belum mempunyai tempat tersendiri. Jadi masih numpang, perizinan untuk tempat latihan agar tidak numpang masih dipersulit," pungkasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT