18 October 2021, 18:47 WIB

Jalan Kemal Ataturk di Jakarta Balasan Atas Jalan Ahmet Sukarno di Ankara


Mediaindonesia | Megapolitan

Adem ALTAN / AFP
 Adem ALTAN / AFP
Bendera raksasa bergambar foto Pendiri Turki Modern Mustafa Kemal Ataturk

DUTA Besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa penamaan jalan di Jakarta dengan nama Bapak Bangsa Turki merupakan praktik tata krama diplomatik, di mana Pemerintah Turki sebelumnya telah memenuhi permintaan Indonesia terkait nama jalan di Ankara.

“Sebagai simbol kedekatan kedua bangsa yang sudah dimulai sejak abad ke-15, pemerintah Turki setuju memenuhi permintaan Indonesia untuk memberikan nama jalan di depan KBRI Ankara dengan nama Bapak Proklamasi kita, Ahmet Sukarno, nama yang dikenal di Turki,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, hari.

Menurut dia, sesuai tata karma diplomatik, Indonesia pun akan memberikan nama jalan di Jakarta dengan nama jalan Bapak Bangsa Turki.

Dia pun menekankan bahwa pemerintah Turki akan menentukan nama jalan tersebut nantinya, bukan dari pemerintah Indonesia maupun dari pemerintah daerah DKI Jakarta.

“Kita masih menunggu usulan resmi nama jalan tersebut. Apapun itu nanti, pasti itu mewakili harapan pemimpin dan rakyat Turki,” kata Iqbal.

Sebelumnya, dalam pengarahan pers yang digelar pada Jumat (15/10), Iqbal mengatakan bahwa pemerintah Turki telah menyetujui penamaan jalan di depan KBRI Ankara tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Imbau Warganya tidak Kunjungi Libanon

Di bawah kerja sama kedua negara, Indonesia pun akan mengalokasikan jalan di Jakarta untuk dinamakan dengan nama dari Pemerintah Turki.

“Pemda DKI Jakarta telah menyampaikan komitmen tertulis bahwa Pemda DKI juga akan mengalokasikan jalan yang proper di DKI, di wilayah DKI untuk dinamakan dengan nama pendiri bangsa Turki, yang namanya sedang kita tunggu dari pemerintah Turki,” kata Iqbal.

Sebelumnya, rencana penggantian nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dengan tokoh pembaharu Islam di Turki, Mustafa Kemal Ataturk menuai penolakan dari sejumlah pihak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kompak memprotes keras usulan nama jalan Ataturk di Jakarta. Mereka menyebut rencana pemberian nama itu keliru lantaran Ataturk dinilai sebagai tokoh yang kerap merugikan Islam. Bahkan, MUI menyebut Ataturk adalah tokoh yang memiliki pemikiran menyesatkan.

"Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan," ujar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas.(OL-4)

BERITA TERKAIT