07 October 2021, 20:17 WIB

Mayoritas Kasus Kebakaran di Depok Dipicu Arus Pendek Listrik


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

Medcom.id
 Medcom.id
Ilustrasi
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok menyebutkan 70% musibah kebakaran di permukiman warga di Depok dipicu oleh hubungan arus pendek listrik. Sedangkan 30% lainnya akibat kelalaian.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pengendali Kebakaran DPKP Kota Depok Welman Naipos-pos mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.

"Apabila ada kabel rapuh, sambungan atau setop kontak yang tidak rapat segera ganti dengan yang baru," katanya, Kamis (7/10).

Ia memberikan contoh, pada 2020 di Kota Depok, dari 78 kasus kebakaran sekitar 70% karena dipicu arus pendek listrik, termasuk 11 kebakaran pada September lalu.

Baca juga: Dua Remaja Pembunuh Pelajar di Bogor Ditangkap

Welman juga meminta warga memperhatikan instalasi listrik di rumah. "Jika memang terlihat kabelnya kelupas segeralah ganti dengan yang baru," ujarnya.

Selain itu, ia meminta warga sering memeriksa kondisi tungku masak dan segera ganti apabila ada komponen yang rapuh atau bocor. Paling penting lagi jangan meninggalkan dapur saat sedang masak. "Kebakaran rumah kerap terjadi akibat kompor minyak atau kompor gas, selang, serta tabung meledak akibat ditinggal atau akibat sibuk bermain hand phone."

Sebelumnya, sebuah kontrakan di Depok terbakar ketika penghuninya sedang masak air di dapur. Saat itu penghuni berada di ruang depan dan sedang asyik bermain ponsel. Pada saat bersamaan beberapa penghuni kontrakan lain mencium bau asap dari dapur, kemudian berteriak.

"Pas dilihat api sudah membesar, kontrakan semi permanen ludes dilalap api. Untungnya, petugas pemadam dari DPKP yang turun ke lokasi segera melakukan pemadaman sehingga api tak merambat ke bangunan-bangunan lainnya," pungkas Welman. (J-2)

BERITA TERKAIT