06 October 2021, 09:53 WIB

Pemkot Bekasi Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk Mal


Rudi Kurniawansyah | Megapolitan

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Petugas menyajikan makanan di restoran mal Bekasi Cyber Park , Jawa Barat.

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan anak berusia di bawah 12 tahun sudah diizinkan masuk ke dalam mal atau pusat perbelanjaan. Kebijakan itu sebagai bagian dari pelonggaran perpanjangan PPKM level 3 dalam dua pekan ke depan di Kota Bekasi.

"Kalau di DKI Jakarta sudah bisa, apa bedanya dengan Kota Bekasi? Yang penting standar prokes (protokol kesehatan) harus tetap ada," tegas Rahmat, Rabu (6/10).

Ia menjelaskan, kelonggaran dengan memperbolehkan anak berusia di bawah 12 tahun masuk ke dalam mal sudah diterapkan di DKI Jakarta. Lantaran itu, Kota Bekasi juga bisa melakukan hal serupa dengan menerapkan standar prokes covid-19 yang ketat.

Baca juga: Anak Berusia di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Mal di Depok

"Kita kan lihat kondisi yang ada berkenaan dengan pengendalian kita. Kondisi kita sudah flat. Daerah yang mempunyai potensi penyebaran juga sudah 0,04%, terus vaksin kita 66,1%," jelas Rahmat.

Ia menambahkan, dengan kondisi pengendalian dan vaksinasi yang cukup baik, sudah sepantasnya warga Bekasi menikmati kelonggaran dari ketatnya penerapan proses kepatuhan pada beberapa bulan sebelumnya. 

Namun, lantaran alasan algomerasi penyebaran covid-19, Kota Bekasi harus sabar menyesuaikan dengan daerah-daerah sekitar lainnya terkait status penetapan PPKM level 3.

"Persentase vaksin kita kan tinggi. Tapi kalau diputuskan di level 3 karena persoalan algomerasi. Kasihan warga kita yang seharusnya menikmati dari proses kepatuhan kemarin, sekarang sudah turun, harus nunggu lagi dari daerah lain," jelasnya.

Terkait rencana vaksinasi booster untuk guru, Rahmat Effendi mengatakan pihaknya tinggal melaksanakannya saja. Pasalnya, persediaan vaksin covid-19 di Kota Bekasi cukup banyak. Tercatat sebanyak 751 ribu stok vaksin covid-19 yang siap untuk digunakan.

"Kita tinggal melaksanakan saja. Vaksin kita banyak. Moderna bisa jadi booster, pfizer juga bisa untuk booster," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT