04 October 2021, 16:35 WIB

DKI Siap Jatuhkan Sanksi Jika Ada Kelalaian dalam Temuan Parasetamol


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara
 Antara
Kapal wisata melintas di perairan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pelaku. Dalam hal ini, jika kandungan parasetamol di Teluk Jakarta terbukti disebabkan limbah dari industri farmasi.

Namun, sebelum memberikan sanksi, pihaknya harus memastikan terlebih dulu penyebab munculnya kandungan obat pereda demam tersebut di Teluk Jakarta.

"Kita sedang lakukan penelitian. Nanti dicek juga, apa unsur kesengajaan atau tidak. Tentunya ada sanksi ya, ada peraturannya. Sekali lagi, kita tunggu dulu hasil penelitiannya," ungkap Ariza, sapaan akrabnya, di Balai Kota, Senin (4/10).

Baca juga: Soal Parasetamol di Teluk Jakarta, PUPR: Bereskan Masalah Limbah B3

Dirinya juga tidak ingin menduga terlalu jauh terkait penyebab kandungan parasetamol di Teluk Jakarta. Menurut Ariza, konsumsi masyarakat tidak mungkin menjadi penyebab tunggal dari kandungan parasetamol di perairan wilayah Ibu Kota.

"Kan tidak mungkin oleh satu-satu orang membuang. Itu pasti ada sekelompok orang. Artinya, bukan setiap satu orang membuang, membeli, akhirnya terkumpul bukan seperti itu," pungkas Ariza.

Baca juga: Temuan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta, Walhi: Pemprov Lalai

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup DKI telah mengambil sampel air di Teluk Jakarta. Pengambilan sampel bertujuan mengetahui tingkat kandungan parasetamol yang sebelumnya diteliti ilmuwan LIPI melalui kerja sama dengan ilmuwan di Universitas Brighton, Inggris.

Ariza pun meminta masyarakat untuk bersabar menanti hasil uji laboratorium tersebut. "Di Jakarta yang terkontaminasi oleh obat-obatan parasetamol, dinas lingkungan hidup sudah mengambil sampel. Perlu waktu kurang lebih 14 hari. Nanti hasil penelitiannya disampaikan," tutupnya.(OL-11)


BERITA TERKAIT