30 September 2021, 07:20 WIB

Pengurusan Layanan Disdik Kota Bekasi Wajib Barcode PeduliLindungi


Rudi Kurniawansyah | Megapolitan

Antara
 Antara
Warga tengah membuka aplikasi pedulilindungi

PENGGUNAAN barcode PeduliLindungi wajib bagi semua masyarakat Kota Bekasi, yang berkaitan dengan pengurusan pelayanan publik. Yang sudah menerapkan di  Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk semua layanan.

Seperti, untuk mutasi siswa, surat keterangan pengganti ijazah, STTB, Danem, SKHU, SKYBS, magang, penelitian, nomor pokok sekolah nasional, rekomendasi mutasi, tunjangan pendidik, eekomendasi teknis izin pendirian satuan pendidikan, pembuatan kartu pegawai, KTSP, legalisir, dan pelayanan lainnya.

"Sesuai surat edaran yang sudah disosialisasikan ke publik, kami Dinas Pendidikan telah melaksanakannya. Untuk seluruh masyarakat yang akan mendapatkan pelayanan. Di pintu masuk wajib barcode," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah, Kamis (30/9).

Inayatullah menjelaskan, dalam barcode PeduliLindungi itu membuktikan dan menandakan masyarakat sudah divaksin covid-19. Kewajiban itu berdasarkan surat edaran nomor: 440/1395 Set Covid-19 dari ketua komite kebijakan penanganan  covid-19 dan transformasi pemulihan ekonomi Kota Bekasi.

Menurutnya, surat edaran tentang kewajiban vaksinasi covid-19 dalam pengurusan pelayanan publik ditandatangani Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 padal 9 September 2021.

Inayatullah menambahkan, dalam surat edaran itu juga disebutkan program vaksinasi covid-19 bertujuan untuk menciptakan kekebalan komunitas masyarakat terus berlanjut. Selain itu, untuk memacu masyarakat agar melaksanakan vaksin covid-19.

"Hal itu juga sejalan dengan perpanjangan PPKM level 3 di Kota Bekasi," ujarnya.

Ia juga mengimbau supaya masyarakat dapat mendukung program vaksinasi mengingat tujuan vaksinasi untuk kesehatan masyarakat. Kemudian harus patuh terhadap protokol kesehatan dimanapun berada.(OL-13)

Baca Juga: Kota Bekasi Terapkan Vaksinasi Covid-19 Door to Door

BERITA TERKAIT