23 September 2021, 13:55 WIB

Kemendikbudristek Sebut Ada Klaster Sekolah, Epidemiolog: Harus Di-tracing


 Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Ist/Dok.Pri
 Ist/Dok.Pri
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, dr.Dicky Budiman,M. Sc.PH.

EPIDEMIOLOG Universitas Griffith Australia, dr.Dicky Budiman,M. Sc.PH, meminta Pemprov DKI Jakarta menanggapi secara serius data klaster penularan Covid-19 selama PTM yang ditampilkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dicky menegaskan, Disdik DKI bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta harus lekas melakukan penelusuran kontak kasus atau tracing untuk mencari potensi penularan yang lebih luas. Para peserta didik maupun guru yang terpapar pun harus segera dikarantina untuk meminimalisir penularan.

"Sebaiknya langsung melakukan karantina 2 minggu. Ini harus segera dilakukan tracing," kata Dicky kepada Media Indonesia, Kamis (23/9).

Dicky mengatakan, berdasarkan data global kasus Covid-19, kasus pada anak-anak ada sebesar 2%. Jumlah ini terbilang kecil namun tetap harus diwaspadai.

Di samping itu, Dinas Pendidikan juga harus segera melakukan evaluasi terhadap protokol kesehatan di seluruh sekolah. Sebab, berdasarkan studi para negara-negara yang sebelumnya sudah pernah membuka sekolah saat pandemi, munculnya klaster sekolah disebabkan adanya kelalaian terhadap protokol kesehatan.

"Salah satunya karena pengabaian. Jadi ini harus diinvestigasi," pungkasnya.

Di sisi lain, jika data ini benar, penurunan kasus Covid-19 di Jakarta bakal diragukan. Sebab, munculnya kasus Covid-19 di sekolah ini cukup besar di tengah klaim penurunan covid-19 yang disebut oleh Pemprov DKI.

Sebelumnya, menurut data Kemendikbudristek melalui sekolah.data.kemdikbud.go.id., per Rabu (22/9), terdapat 25 klaster saat PTM dari total 899 responden sekolah. Sebanyak 227 pendidik dan tenaga kependidikan dilaporkan terinfeksi covid-19. Sementara untuk peserta didik yang terinfeksi berjumlah 241 orang.

Hingga saat ini, total klaster yang telah terbentuk saat PTM secara nasional telah mencapai 1.299 klaster dari 46.892 responden sekolah. Sementara total pendidik dan tenaga kependidikan yang terinfeksi mencapai 7.285 orang dan 15.655 peserta didik. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT