21 September 2021, 20:57 WIB

Giring Tuding Anies Pembohong, Wagub: Anak Muda Harusnya Bicara Baik


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza meminta berbagai pihak agar bijak dalam menyikapi permasalahan. Ia pun meminta agar setiap orang yang memiliki sikap kontra terhadap kebijakan Pemprov DKI agar mengkritisi dengan kepala dingin disertai dasar yang ilmiah.

Hal ini diungkapkannya kala menanggapi tudingan Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha yang juga mantan vokalis grup band Nidji bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berbohong.

"Yang pertama, sebagai warga bangsa kita harus bijak harus hati-hati. Jangan saling menyalahkan satu sama lain sesama anak bangsa, apalagi generasi muda harus menunjukkan sikap yang baik antara tutur kata perbuatan itu harus sama," ujarnya di Balai Kota, Selasa (21/9).

Ariza juga meminta segenap warga agar dapat bersinergi positif untuk membangun bangsa. Saling menuduh dan menuding tidak akan memberikan sumbangsih pada pembangunan.

"Jadi mari kita bersinergi positif sesama anak bangsa, membangun bangsa dan negara. Tidak boleh saling menyalahkan apalagi menuduh satu sama lain. Saya kira tidak bijak apalagi dilakukan oleh tokoh-tokoh atau pimpinannya. Jadi mari kita saling berkhusnuzon saling bersangka baik sesama anak bangsa. Mari kita bersatu kompak membangun bangsa negara membangun DKI," ungkapnya.

Baca juga: Perjalanan KRL Menuju Depok/Bogor Terganggu Pohon Tumbang

Sebelumnya, Plt Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha, menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong. Ini disampaikannya dalam sebuah video yang ditayangkan di akun media sosial DPP PSI, Senin, 20 September 2021.

“Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” kata Giring dalam video tersebut

Giring melanjutkan, di hadapan media, Anies selalu menampakkan diri peduli dengan penderitaan rakyat di masa pandemi. Untuk menguji hal tersebut, Giring mengajak publik melihat Anies membelanjakan uang rakyat di masa pandemi.

“APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai calon presiden 2024. Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balap mobil Formula E dan menggunakan Rp1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu,” kata Giring.

Uang muka acara Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi.

“Uang sebanyak itu dihabiskan Anies di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dunia, dan hidupnya susah karena pandemi. Uang Rp1 triliun dia keluarkan padahal rakyat telantar tidak bisa masuk rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan, “ ujar Giring.

Ironisnya, di tengah semua penderitaan rakyat, Anies mengatakan menyerah, tidak bisa mengatasi situasi. Dia mengaku tidak punya dana untuk mengatasi Covid-19 dan meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jakarta.

“Saya percaya, keujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keterbukaan dan transparansi. Karena hanya dengan itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis,” kata Giring.

Dalam situasi krisis, seorang pemimpin sejati harus berupaya keras mungkin untuk menyelamatkan rakyat, menyelamatkan kepentingan yang lebih besar.

“Gubernur Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis,” kata Giring. (OL-4)

BERITA TERKAIT