21 September 2021, 18:13 WIB

Pemprov DKI Diminta Tuntaskan Vaksinasi Guru dan Pelajar


Putri ANisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Sigid Kurniawan
 Antara/Sigid Kurniawan
Vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Mako Kolinlamil di Jakarta Utara

PERHIMPUNAN Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di DKI Jakarta. Sebanyak 610 sekolah termasuk madrasah sudah mulai PTM Terbatas sejak 30 Agustus lalu. Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan akan memulai PTM Terbatas terhadap 1.500 sekolah se-Jakarta pada 27 September 2021 nanti. 

Untuk aspek 'positivity rate' Jakarta, memang sudah berada di bawah 5%, sudah sesuai rekomendasi WHO. Kemudian aspek vaksinasi guru dan pelajar 12-17 tahun sudah lebih dari 80%, jauh di atas rata-rata vaksinasi guru dan pelajar nasional.

P2G terus mendorong agar vaksinasi anak segera tuntas. Hal ini diungkapkan Sekretaris P2G DKI Jakarta, Abdul Rahman.

“Vaksinasi pelajar 12-17 tahun di DKI Jakarta sudah di atas 85%, termasuk guru, ini data awal September. Di sisi lain "positivity rate" harian Jakarta juga sudah di bawah 5%. Relatif aman menurut rekomendasi WHO," kata Rahman dalam keterangan resminya, Selasa (21/9).

Baca juga : Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Dibuka Hanya Untuk Bike to Work

Menurut P2G DKI Jakarta, Jakarta relatif lebih siap melaksanakan PTM Terbatas. Tentu dengan pengawasan ketat termasuk sepulang sekolah oleh aparat/satpol PP. Terpenting juga adalah teladan disiplin prokes dari guru di sekolah, orangtua di rumah, dan masyarakat.

Mendikbudristek Nadiem Makarim berulang kali mengatakan jika vaksinasi pelajar 12-17 tahun bukan syarat sekolah memulai PTM Terbatas. Di sisi lain, Presiden menekankan tuntasnya vaksinasi pelajar sebelum PTM Terbatas dimulai. Dibandingkan Nadiem Makarim, sikap tegas Presiden memperlihatkan kehati-hatian dan keberpihakan pada kesehatan anak dan guru.

"Sayangnya capaian vaksinasi pelajar secara nasional masih 12,18% per 17 September 2021. Ya, sekarang mungkin ada kenaikan sedikit tapi di bawah 15%. Masih lambat rasanya. Sedangkan vaksinasi guru nasional sudah lebih dari 54%,” tambah Rahman yang merupakan guru SMK. (OL-7)

BERITA TERKAIT