20 September 2021, 11:07 WIB

Polisi Periksa 5 Saksi Penembakan Ketua Majelis Taklim di Tangerang


Hilda Julaika | Megapolitan

dok.mi
 dok.mi
Ilustrasi

KEPOLISIAN sudah melakukan pemeriksaan kepada 5 saksi penembakan seorang Ketua Majelis Taklim, di komplek tempat tinggalnya di Tangerang. Pemeriksaan dilakukan oleh Polres Tangerang Kota dibantu oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Memeriksa beberapa saksi-saksi termasuk keluarga tetangga dan terakhir bersama-sama ada sekitar 5 saksi dan kemungkinan bertambah lagi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin (20/9).

Selain memeriksa saksi, penyidik juga melakukan pengumpulan dan evaluasi alat bukti yang diperoleh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Seperti menganalisa CCTV yang ada di sekitar TKP, meskipun kejadian terjadinya pada waktu hari mulai gelap.

“Termasuk beberapa alat bukti, seperti proyektil karena penembakan itu menembus dan proyektil sempat menyasar ke pintu rumah si korban sendiri,” imbuhnya.

Kemudian, tim Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan analisis dengan tujuan mengetahui senjata yang digunakan oleh pelaku.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membenarkan adanya seorang korban jiwa yang tewas tertenbak di daerah Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang. Ia merupakan Ketua Majelis Taklim di komplek tenpat ia tinggal. Polisi pun mengamankan proyektil yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (18/9) pada pukul 18.30 WIB.

“Benar, Sabtu 18 September sekitar 18.30 WIB berdasarkan keterangan saksi mendengar adanya bunyi letusan senjata kemudian melihat ada korban yang tergeletak dengan kondisi tertembak di daerah Kunciran, Kecamatan Pinang Tangerang,” ujar Yusri.

Baca Juga: Pemprov DKI akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu

Lebih lanjut dijelaskan, korban dibawa ke Rumah Sakit Mulia. Adapun Indentitas korban dengan nama inisial A. Korban meninggal dunia dengan luka tembak.

Saat ini Polres Tangerang Kota tengah menyelidiki kasus ini dengan dibantu oleh Polda Metro Jaya. Pihaknya sudah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP bersama laboratorium forensik (Labfor).

“Sekarang kami lagi menunggu hasil otopsi dari rumah sakit kemudian hasil lab proyektil. Karena memang di TKP ditemukan proyektil. Kami tunggu hasil dari Labfor,” jelasnya.

Selain itu, kepolisian juga turut melakukan analisis dari CCTV yang ada dis ekitaran TKP. Pasalnya saat itu, penembekan terjadi pada saat keadaan sudah mulai gelap.

Sementara itu, korban diketahui memang merupakan Ketua Majelis Taklim di komplek tempat dia tinggal. Selain itu, korban juga bekerja selama 20 tahun sebagai ahli pengobatan alternatif. (OL-13)

BERITA TERKAIT