16 September 2021, 20:19 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Bekasi Targetkan Penertiban Saluran Air Tuntas Bulan Ini


Ant | Megapolitan

Antara
 Antara
Banjir di daerah Bekasi pada Febuari 2021

GUNA mengantisipasi banjir pada musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan penertiban saluran air dan kali yang rawan banjir. Ditargetkan penertiban bangunan di atas saluran air itu dapat tuntas pada bulan ini.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan terdapat dua titik penertiban wilayah rawan banjir yang sedang dikerjakan sejak awal bulan. Yaitu wilayah kali Tanah Apit, Kecamatan Medan Satria, dan wilayah bendungan Kali Bekasi di perumahan Kemang Regency.

"Saat ini masih kita lakukan pembongkaran bangunan di atas kali. Setelah itu kita lakukan normalisasi. Baru nanti kita lakukan penertiban bangunan yang berada di bantaran kali. Harusnya bulan ini selesai," kata Tri, Kamis (16/9).

Dijelaskannya, penertiban dilakukan karena ada bangunan yang berdiri di atas saluran. Akibatnya, aliran air tidak bisa lancar dan sering terjadi banjir di wilayah tersebut. Atas kesepakatan dan pendekatan, warga menyetujui jika bangunannya ditertibkan.

"Alhamdulillah warga sepakat untuk dilakukan penertiban. Tentunya ini juga harus dibarengi oleh Pemerintah Kabupaten karena saluran ini juga masuk wilayah Kabupaten Bekasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa proses pembangunan tanggul dinding penahan tanah (DPT) di perumahan Kemang Regency. Turut mendampingi langsung Dirjen SDA Kementrian PUPR Djarot Widyoko serta Kepala BWSCC R.R. Bambang Heri Mulyono yang kebetulan juga sedang meninjau proses pembangunan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen SDA Kementrian PUPR Djarot Widyoko menyetujui penyelesaian persoalan kali Bekasi terutama bendungan Bekasi yang sebelumnya digunakan untuk pengendali air minum, kedepannya akan dijadikan pengendali banjir.

"Alhamdulillah, tadi sudah disepakati kali bekasi akan dikerjakan secara menyeluruh terkait permasalahan bantaran kali bekasi. Kedepan juga bendungan yang dijadikan pengendali air minum akan dibuka, dibongkar dan dijadikan pengendali banjir. Untuk air minum dan irigasi akan kita buatkan pompa dalam waktu dekat," jelasnya.

Tri juga meminta pelaksana pekerjaan untuk mengkaji drainase yang masuk ke dalam kali bekasi setelah pembangunan DPT selesai agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Ini perlu dikaji lebih komperhensif lagi terkait drainasenya. Jangan sampai jika hujan turun, air menggenangi kawasan tersebut dan tidak terbuang ke kali. Ini yang harus dihitung," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT