11 September 2021, 14:57 WIB

Polda Metro Jaya Sebut Stok Vaksin Covid-19 di Jakarta Menipis


 Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
 ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Petugas kesehatan menyuntikkan Covid-19 Kepala searing warga di Sentra Vaksin Ponpes Minhaajurrosyidiin, Jakarta, Kamis (9/9).

KEPALA Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Didiet Setioboedi mengutarakan bahwa stok vaksin Covid-19 di Jakarta semakin menipis.

Hal itu ia ungkapkan saat hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMKN 29 Jakarta Selatan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya turut membantu penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya. Dalam melakukan vaksinasi tersebut, Didiet menerangkan belakangan ini stok vaksin berkejaran dengan jumlah masyarakat yang mengikuti program vaksin.

"Jadi ada satu hal yang saya ingin sampaikan kepada Pak Wagub. Bahwa jumlah vaksin kita sekarang ini sering datangnya terlambat Pak. Jadi kecepatan dari bekerjanya teman-teman di lapangan itu jauh lebih cepat daripada kedatangan vaksinnya," kata Didiet, Sabtu (11/9).

Ia pun berharap Wagub DKI dapat berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun BUMN Bio Farma sebagai BUMN yang melakukan distribusi vaksin Covid-19.

"Mungkin itu yang kami minta kepada Pak Wagub mungkin bisa meminta kepada Bio Farma supaya bisa lebih semangat lagi," ungkapnya.

Di sisi lain, kolaborasi antara Polda Metro Jaya dengan Pemprov DKI dalam melaksanakan vaksinasi covid-19 di Ibukota sudah terjalin dengan sangat baik. Kolaborasi penyelenggaraan vaksin ini ditujukan agar Jakarta cepat mencapai target vaksinasi dan mencapai kekebalan imunitas atau 'herd immunity'.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza berjanji akan membicarakan dengan pemerintah pusat terkait distribusi vaksin.

Ia menegaskan tak ada masalah dengans stok vaksinasi Covid-19 di Jakarta.

"Sesungguhnya vaksinnya siap. Nanti kita akan koordinasi kecepatan penyediaan vaksin agar lebih cepat daripada kebutuhan di lapangan. Nanti akan kami sampaikan ke Kemenkes, ke BUMN dan sebagainya," ujarnya dalam kesempatan yang sama. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT