21 August 2021, 08:30 WIB

Laporkan Faskes di DKI yang Tak Taat Soal Tarif Tes PCR


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara
 Antara
ilustrasi tes PCR

DINAS Kesehatan DKI Jakarta mengimbau agar warga melaporkan jika masih menemukan fasilitas kesehatan (faskes) seperti klinik, laboratorium, maupun RS yang tidak menaati edaran Kementerian Kesehatan mengenai penurunan tarif tes PCR.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meminta agar tarif tes PCR bisa turun antara Rp450 ribu hingga Rp550 ribu. Menyambut arahan tersebut, Kementerian Kesehatan pun menerbitkan surat edaran bernomor HK.02.02/I/2845/2021 yang ditandatangani oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI pada 16 Agustus 2021 lalu untuk menetapkan batas harga maksimal tarif tes PCR.

"Kalau tidak sesuai, warga bisa lapor," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, dengan melaporkan faskes yang bersangkutan, pihaknya akan melakukan verifikasi. Ia menyebutkan akan ada sanksi yang diberikan jika faskes tersebut terbukti melanggar edaran tersebut.

"Justru kami membutuhkan peran dari warga masyarakat segenap elemen untuk menyampaikan, berkabar ke kami, untuk kami saling kroscek. Tentu ada tindakan-tindakan yang perlu kita sesuaikan terkait dengan ketidaksesuaian tadi," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Giatkan Pungli ke Pedagang Lima Petugas Satpol PP Jakbar Dipecat

BERITA TERKAIT