15 August 2021, 09:33 WIB

Pedagang Bendera di Depok Mengeluh Sepi Pembeli Pengaruh Covid-19


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

MI/Tosiani
 MI/Tosiani
Ilustrasi pedagang bendera

PEDAGANG bendera merah putih di Kota Depok, Jawa barat, mengeluh penjualan bendera menurun akibat pandemi covid-19.

"Sepi pembeli, pendapatan menurun mencapai 85% akibat pengaruh pandemi covid-19," kata Usman, penjual bendera di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Minggu (15/8).

Ia mengatakan, dalam sehari hanya terjual 15 bendera. Sebelum pandemi atau tahun 2019, ia bisa menjual 50 bendera merah putih sehari.

"Sebelum pandemi covid-19 melanda Kota Depok pendapatan penjualan bendera merah putih bisa mencapai Rp500-650 ribu per hari," ucapnya.

Besarnya penjualan itu karena masyarakat banyak membeli bendera merah putih untuk kegiatan perayaan HUT RI.

"Namun perayaan HUT RI tahun 2021 ini kelihatannya jarang diadakan akibat pandemi dan tidak boleh berkerumun," imbuhnya.

Baca juga:  HUT ke 76 RI: Penjualan Bendera di Temanggung Lesu

Pedagang lainnya, Misin, mengaku dagangannya sepi akibat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang pemerintah.

"Sudah dua pekan, baru 30 bendera yang terjual. Mudah-mudahan mendekati tanggal 17 Agustus 2021 terjual lebih banyak untuk ongkos pulang," kata Misin warga Kragilan, Serang, Banten, saat ditemui di Jalan Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (15/8).

Bendera merah putih ukuran paling kecil untuk sepeda motor itu dijual dengan harga Rp5.000, ukuran bendera 60×90 cm dijual dengan harga Rp25.000.

"Kemudian ukuran bendera 90×135 cm harganya Rp50.000, ukuran bendera 100×150 cm Rp100.000, bendera umbul-umbul mulai Rp30.000, tingginya empat meter," tuturnya.

Misin berharap dengan kondisi pandemi covid-19, jiwa nasionalisme kita hendaknya tetap semangat dan selalu bersyukur.(OL-5)

BERITA TERKAIT