05 August 2021, 22:12 WIB

Sebagian Besar Warga Jakarta Sudah Divaksinasi, Sandiaga : Tetap Jaga Prokes


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Jakarta

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta warga DKI Jakarta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), meski dilaporkan 95% warga ibu kota sudah menerima vaksin tahap pertama.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Sentra Vaksinasi Merdeka Berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Barat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’Ari, Cengkareng, Jakarta Kamis (5/8). 

"DKI Jakarta menduduki posisi pertama penerima vaksin dosis pertama yaitu 95 persen. Namun, masyarakat diimbau jangan lengah. Contohnya seperti di kota lain di dunia seperti di New York atau London misalnya, begitu lengah kasusnya naik lagi," ungkapnya dalam keterangan resmi.

Sandiaga menyebut, salah satu upaya untuk mencapai herd immunity adalah melalui percepatan vaksinasi sehingga roda perekonomian bisa kembali pulih agar mampu menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

Menparekraf menyambut baik kolaborasi antara Polres dan Pemkot Jakarta Barat yang menggandeng para pemuka agama dalam program vaksinasi massal ini karena sudah mampu mendorong dan mengajak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi. 

Baca juga : Wagub Riza Apresiasi Vaksinasi di Muara Baru

Seperti diketahui, sebagian tempat ibadah di DKI Jakarta sudah dioperasikan menjadi lokasi vaksinasi dan sisanya mulai beroperasi awal Agustus 2021.

“Vaksinasi ini adalah benteng pertama, saya terbayang ribuan mushola dan masjid serta tempat ibadah lainnya menjadi sentra vaksinasi. Mudah-mudahan dapat terlaksana terus program vaksinasi seperti ini," ucap Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menjelaskan, program ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Kegiatan ini menjadi strategi untuk memperbanyak gerai vaksin bukan hanya di puskesmas tapi hampir seluruh RW yang menjadi sentra vaksin.

“Data kami ada 209 RW yang dirasa penduduknya padat di sekitar Jakarta Barat. Kami berharap bisa menyisir warga-warga yang ada di RW tersebut, dan mempermudah proses vaksinasi," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT