05 August 2021, 22:04 WIB

Pemkot Bekasi Siapkan 49 Ribu Vaksin AstraZeneca untuk Pelaku Usaha


Rudi Kurniawansyah | Megapolitan

Instagram @bangpepen03
 Instagram @bangpepen03
Rahmat Effendi

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi menyiapkan sebanyak 49.000 dosis vaksin AstraZeneca dalam program serbuan vaksinasi massal untuk para dunia industri dan pelaku UMKM di Kota Bekasi.

"Pelaksanaan vaksinasi direncanakan dan ditargetkan sampai pada 9 Agustus 2021 dan harus selesai dengan menghabiskan 49.000 dosis vaksin," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kamis (5/8).

Wali Kota bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Ika Indah Yarti, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Abdillah, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawaty pada Kamis (5/8), mengumpulkan para pelaku usaha dan perusahaan industri dalam gelaran persiapan vaksinasi untuk pegawai perusahaan dan pelaku UMKM.

Hadir dalam rapat itu pihak Asosiasi Perusahaan Indonesia (APINDO) Kota Bekasi, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Kota Bekasi, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri BBPLK Kota Bekasi, Forum Komunikasi HRD Indonesia, Komunitas UMKM Tangan di Atas, Komunitas Jaringan Pengusaha Nasional, dan Komunitas UMKM Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia.

Rahmat menjelaskan, jumlah pelaku usaha dan karyawan di perusahaan Kota Bekasi terhitung sekitar 85.000 karyawan dari 2.000 perusahaan. Ribuan perusahaan itu terbagi dalam rayonisasi perusahaan di wilayah masing-masing.

Menurut Rahmat, sesuai dengan standarisasi pelaksanaan vaksin seperti sebelumnya yang tersebar di kelurahan, prosedur skrining dan swab antigen sebagai syarat lolos mendapatkan vaksin yang tersedia.

"Jika ada para peserta vaksin berada dalam kondisi tidak fit ataupun menjadi syarat tidak mendapatkan vaksin, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan oleh peserta sehingga langsung bisa menjadi peserta yang lolos mendapatkan vaksin," ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan menyiapkan petugas kesehatan sebagai vaksinator dan juga untuk petugas skrining di rayonisasi domisili perusahaan. Petugas juga akan menentukan skrining dilakukan pada hari yang sama atau berbeda hari untuk menyatakan lolos vaksinasi.

Ia menargetkan pada vaksinasi yang dikhususkan untuk industri dan pelaku usaha itu harus habis sebanyak 49.000 dosis pada 9 Agustus 202. Hal itu menjadi penting lantaran karyawan yang masih dalam masa bekerja sesuai dengan peraturan pemerintah untuk dilakukan vaksinasi guna untuk meminimalisir adanya bentuk penularan sebagai pencegahan pada masa pandemi covid-19.

"Karena beberapa perusahaan memproduksikan melalui tangan dan masuknya bahan baku yang tidak diketahui keberadaan virus dimana saja. Untuk itu, prioritas vaksinasi aztrazeneca akan diberikan kepada karyawan dan pelaku usaha yang akan disebar di berbagai rayon perusahaan sesuai domisilinya," ungkap Rahmat.

Sejauh ini, lanjutnya, koordinasi pihak perusahaan akan dilakukan dengan data dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi. Sedangkan untuk koordinasi bidang pelaku usaha kecil akan didata melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi yang akan langsung membagi per rayonisasi perusahaan dan pelaku usaha agar tidak terjadinya penumpukan secara massal saat vaksinasi.

Wali Kota juga menegaskan kepada Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Bekasi untuk segera mendata mengenai karyawan yang telah menjalani isolasi mandiri di kediaman atau yang terpapar covid-19. Bantuan yang disediakan sekitar 3.000 paket sosial dan perlengkapan obat-obatan untuk para karyawan atau pelaku usaha yang terpapar. Pendistribusian bantuan juga dikoordinasikan dengan para kepala wilayah agar tidak terjadi double bantuan yang sebelumnya sudah terdata di 4 pilar wilayah.

"Mengenai pekerja yang masuk dengan berbagai shift untuk tetap mengikuti jadwal yang telah ditentukan dan harus mengikuti vaksinasi demi kenyamanan bersama sehingga para karyawan atau pelaku usaha tetap dalam keadaan prima usai melakukan vaksinasi dan tentunya untuk mencegah adanya virus yang masuk," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini perkembangan penanganan covid-19 telah terjadi pelandaian kasus aktif dan mengalami angka kesembuhan yang meningkat. Oleh karena itu, herd immunity untuk warga Kota Bekasi harus dikencangkan kembali agar tidak adanya pelonjakan kasus covid-19.

"Semua akan terus berusaha dalam masa pandemi ini dan akan diminta kerjasama yang baik dari warga maupun dari semua elemen," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT