02 August 2021, 14:54 WIB

Ribuan Pedagang Pasar Tradisional di Kota Depok Belum Terima BST


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

Antara
 Antara
Ilustrasi

RIBUAN pedagang pasar tradisional di Kota Depok, Jawa Barat belum menerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Selain belum menerima, ribuan pedagang juga tidak mengetahui nominal BST.

Ditemui di Pasar Cisalak, Cimanggis, Kota Depok Senin (2/8) para pedagang mengatakan, seharusnya mereka menerima BST dari pemerintah lantaran mereka menjadi salah satu sektor yang terdampak dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat pandemi covid-19.

" Kami belum menerima BST, nominalnya berapa kami juga tidak tahu, " kata Arsih salah seorang pedagang sayuran dihubungi di Pasar Cisalak, Senin (2/8).

Hal serupa dialami ribuan pedagang lainnya di Pasar Tugu, Pasar Agung, Pasar Musi, Pasar Sukatani dan Pasar Kemiri Muka. Mereka mengaku hingga dewasa ini mereka belum menerima BST.

" Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional di 6 pasar tradisional ini telah mempertanyakan hal ini kepada pengelola pasar. Alhasil sampai kini belum dapat penjelasan, " kata Arsih.

Dimasa PPKM level 4, kata Arsih, sebagian dari mereka banyak yang tidak berjualan karena ada pembatasan jam berjualan hanya sampai pukul 18.00 WIB.

" Kebijakan ini berlaku sampai PPKM ini dinyatakan berakhir atau setelah kasus pandemi covid-19 mereda dan kondisi kembali normal, " ujarnya.

Baca juga : Tanyakan Kartu Vaksinasi, Mahasiswa Dikeroyok Satpam

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pasar Cisalak Budi Harianto membenarkan pedagang di pasarnya belum menerima BST.

Namun, katanya Budi pedagang bakal mendapat BST. " Pedagang bakal mendapat BST. Paguyuban Pedagang Pasar Cisalak telah mulai mendata pedagang yang bakal dapat BST, " kata Budi, Senin (2/8).

Namun Budi enggan menjelaskan nominal BST yang bakal dibagikan kepada pedagang.

" Nominalnya berapa kurang tahu. Kami (Pengelola) tahunya terima BST dari pemerintah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Barat, " ucapnya.

Dari informasi yang diperolehnya, tutur Budi, pasar tradisional yang jumlah pedagangnya diatas 1.000 orang hanya 400 pedagang yang menerima BST.

Sementara pasar tradisional yang jumlah pedagangnya 250 yang dibagi BST hanya 100 pedagang. " Jadi tidak seluruhnya pedagang mendapatkan BST, " pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT