25 July 2021, 12:38 WIB

Positivity Rate Turun, Anies: Jangan Simpulkan Sudah Lewat Puncak Covid


Hilda Julaika | Megapolitan

medcom.id
 medcom.id
covid-19

GUBERNUS DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan memang ada tren penurunan tes positivity rate di DKI Jakarta. Namun, pihaknya menegaskan penurunan ini bukan berarti sudah melewati puncak kasus covid-19. Karena melihat tren kasus covid-19 harus dilihat perkembangan setiap pekannya.

“Ini kita harus lihat nanti. Jangan buru menyimpulkan, karena ini berbeda dengan aliran lalu lintas, ini waktunya perlu mingguan. Jangan menyimpulkan sudah lewat puncak. Tapi dari hari ke hari memang menunjukkan berkurang,” ujarnya di acara Deklarasi Prokes Bersama Kadin, Minggu (25/7).

Lebih rinci, dijelaskan tren penurunan angka positivity rate tersebut. Pasalnya, Anies menekankan jika melihat perkembangan pandemi maka paling pertama harus melihat angka positivity rate.

Di Jakarta, pernah mencapai angka positivity rate sebesar 43% pada 13 Juli. Lalu tren menurun menjadi 41% pada 16 Juli. Kembali turun lagi 36% pada 18 Juli, turun lagi menjadi 28% pada 21 Juli, dan hari ini per 25 Juli angka positivity rate berada di level 24%.

“Jadi ada tren positivity rate yang turun. Di sisi lain testing kita selalu tinggi yang disarankan Kemenkes harus 15 kali lebih tinggi dari standar WHO, dan DKI sudah di atas 30 kali beberapa kali. Dengan begitu kami cukup yakin dengan angka positivity rate di Jakarta. Artinya ada tren turun,” rincinya.

Baca juga: Lebih dari 12 Ribu Kasus Baru Covid-19 Tercatat di Jakarta, Positivity Rate 42%

Anies juga mengutarakan keadaan fasilitas rumah sakit di Jakarta saat ini. Menurutnya, sekarang sudah mulai ada ruangan IGD yang kosong untuk pasien covid-19.

“Perkembangan terbaru, IGD-IGD banyak yang kosong. Sudah mulai ada ruang kosong di IGD. Jadi kalau lihat laporan RS, jumlah keterisian IGD sudah mulai tidak lagi full,” ucapnya

Kendati demikian, Anies menekankan hal ini bukan berarti kasus covid-19 sudah melewati puncaknya. Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan 3T dan menggencarkan vaksinasi. Sembari melakukan pemantauan dan evaluasi kasus covid-19.(OL-5)

BERITA TERKAIT