16 July 2021, 13:35 WIB

Polda Metro Sebut tak Bisa Hindari Kemacetan di Titik Penyekatan


Rahmatul Fajri | Megapolitan

ANTARA FOTO/Fauzan
 ANTARA FOTO/Fauzan
Pos penyekatan di Kalideres, Jakarta Barat

WADIRLANTAS Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana Suryanagara menyebut kemacetan memang tidak bisa dihindarkan pada titik penyekatan selama PPKM Darurat. Ia mengatakan personel membutuhkan waktu untuk memeriksa satu per satu warga yang ingin melintasi titik penyekatan. Pemeriksaan tersebut akhirnya membuat kemacetan yang panjang.

"Kemacetan hal yang tidak bisa kami hindarkan. Setiap kita lakukan pemeriksaan di tengah jalan pasti akan butuh proses waktu dan imbasnya kemacetan. Maka kami mohon kesabaran masyarakat apabila tidak perlu maka tidak keluar," kata Rusdy di titik penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (16/7).

Rusdy mengatakan kemacetan tersebut juga bertambah panjang, karena adanya pengendara yang tidak membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) padahal merupakan pekerja dari sektor esensial dan kritikal. Sehingga, di lapangan terjadi perdebatan dan memakan waktu yang lama.

"Masih ada pengendara tidak bawa STRP, tapi dia masuk ke sektor esensial dan kritikal. Bisa kalau di sektor dua itu akan kami izinkan lintas," ucap Rusdy.

Baca juga: Korlantas Tambah Penyekatan PPKM Darurat Jadi 1.038 Titik

Ia mengatakan bagi pengendara sektor esensial dan kritikal seperti tenaga kesehatan atau dalam upaya penanganan covid-19 akan diberikan izin untuk melintas.

"Misalnya bergerak di bidang kesehatan, seperti tenaga kesehatan, kemudian sedang kirim oksigen. Kalau tidak ada STRP akan kami izinkan lintas," tuturnya.

Dari pantauan Media Indonesia, terlihat antrean sekitar 500 meter di pos penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat. Tampak personel gabungan satu per satu mengecek surat kelengkapan dari pengendara yang melintas, mulai dari ojek online hingga pekerja dari sektor esensial dan kritikal. Tampak pula sejumlah pengendara yang diputarbalikkan oleh petugas karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas dan STRP.(OL-5)

BERITA TERKAIT