19 June 2021, 23:00 WIB

Anggota DPRD DKI MInta Rencana PTM di Jakarta Ditunda


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Hafidz Mubarak A
 Antara/Hafidz Mubarak A
Uji coba pembelajaran tatap muka di Jakarta, 9 Juli lalu

SEKRETARIS Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Achmad Yani meminta Pemprov DKI menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilaksanakan bulan Juli 2021 untuk semua jenjang pendidikan. Demikian disampaikan Achmad Yani, Sabtu (19/6) di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Bang Yani ini melanjutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 759 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Di Kepgub tersebut diterangkan, untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara daring/online pada zona kuning dan zona oranye meskipun masih diperbolehkan tatap muka sesuai pengaturan teknis dari Kemenristekdikti, terlebih untuk zona merah, harus dilakukan daring/online.

“Di ibukota sudah tidak ada zona hijau yang betul-betul hijau, maka dari itu agar tidak terjadi penyesalan dengan banyaknya angka aktif dan kematian, maka sangat bijak jika semua ditunda, apapun zonanya,” tegas Yani yang juga pengurus DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Baca juga : Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Kembali Catatkan rekor, Tambah 4.895 Kasus

Saat ini, masih menurut Yani, dirinya mendapatkan informasi, angka kasus baru di Jakarta sudah 4.700 lebih, rekor tertinggi selama pandemi, kapasitas Rumah Sakit di ibukota juga semakin terbatas. 

“Daerah penyangga sudah melakukan hal yang sama, bahkan ada yang melakukan lockdown. Jangan lelah dan bosan menggunakan protokol kesehatan,” ajak Yani. 

Diketahui, meski saat ini 3,24 juta warga Jakarta sudah mendapatkan vaksinasi, namun ini bukan untuk kekebalan, karena banyak juga warga yang sudah divaksin terpapar virus covid-19 ini, bahkan sekarang 3 jenis varian virus baru yang masuk ke Indonesia.

“Keinginan Gubernur dan Pemprov DKI untuk memvaksin 100ribu per orang harus kita dukung, dan kesehatan warga secara luas harus jadi prioritas utama, agar semua dapat kembali dengan normal secepatnya,” harap Yani mengakhiri. (OL-7)

BERITA TERKAIT