19 May 2021, 17:22 WIB

Polri Sebut Jumlah Pemudik Meningkat Dibanding Tahun lalu


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

Antara
 Antara
Pemudik

POLRI menyatakan jumlah pemudik pada Lebaran 2021 meingkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut fakta tersebut diikuti dengan jumlah penindakan oleh kepolisian yang meningkat pada tahun ini.

"Kalau 2021, masyarakat masih banyak yang tidak melakukan mudik. Kalau tahun ini lebih banyak mudiknya," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/5).

Ahmad menjelaskan bahwa hal itu telah sesuai dengan prediksi dari pemerintah. Menurut Ahmad, keinginan masyarakat untuk mudik memang tinggi tahun ini.

Belum lagi, adanya pergerakan kendaraan yang terjadi sebelum masa peniadaan mudik lebaran dilakukan pada 6-17 Mei.

"Beberapa daerah jumlah kendaraan yang datang menjadi lebih banyak. Khususnya dari daerah yang tadinya sepi, itu kedatangan kendaraan yang lebih banyak. Jadi ini juga disebabkan oleh jumlah kendaraan yang lalu lalang yang banyak," ucap Ahmad.

Selama operasi ketupat 2021, Ahmad menyebut angka penindakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan meningkat hingga 654.623 kali atau meningkat lebih dari 100 persen dari tahun lalu yang hanya 60.281.

Sementara itu, angka kasus kecelakaan lalu lintas yang meningkat dari 566 kasus pada 2020 menjadi 1.291 kasus pada 2021. Kemudian, kasus penindakan pelanggaran lalu lintas yang naik dari 113.088 pada 2021, menjadi 149.353.

Ahmad membeberkan data selama operasi ketupat 2021, pihaknya memutar balik selama masa larangan mudik sebanyak 1.283.123 dengan rincian 397.892 unit kendaraan roda dua, 234.324 unit kendaraan roda empat, 142.428 unit kendaraan penumpang roda empat, dan 12.914 unit kendaraan barang.

Yang terakhir, petugas melakukan tes swab secara acak terhadap 58.640 pengendara, dan menemukan 180 orang yang dinyatakan positif Covid-19. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT