06 May 2021, 16:56 WIB

Ragunan Siap Cegah Klaster Covid-19 Jika Buka Saat Libur Lebaran


Hilda Julaika | Megapolitan

MI/M Irfan
 MI/M Irfan
Sejumlah pengunjung menikmati suasana dan menyaksikan satwa di Kebun Binatang Ragunaan, Jakarta.

TAMAN Margasatwa Ragunan sudah mempersiapkan protokol kesehatan jika diperbolehkan buka oleh Gubernur DKI Jakarta saat libur lebaran. Kepala Humas Ragunan, Wahyu Bambang mengatakan sejumlah persiapan ini dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 dan klaster Covid-19.

“Iya, kita usahakan tidak terjadi apa yang kita khawatirkan. Namun demikian kita masih menunggu keputusan Gubernur. belum ada keputusan Ragunan akan dibuka atau tidak,” kata Wahyu, Kamis (6/5).

Adapun bentuk persiapan tersebut berupa pembenahan Ragunan dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas. Utamanya berkaitan dengan protokol kesehatan. Menurutnya, setiap fasilitas sejauh ini dirawat dengan baik dan kondisinya normal.

Selain itu, pihak Ragunan juga sudah menyiapkan tempat parkir untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Serta memastikan jumlah pengunjung hanya 50% dari kapasitas di kondisi normal.

Jika kondisi pengunjung sudah 50%, artinya pihak Ragunan akan menolak pengunjung yang sedang dalam perjalanan ke ragunan. Pasalnya di suasana lebaran dan kondisi normal pengunjung bisa mencapai ratusan ribu orang dalam satu hari. Sementara kondisi Covid-19 ini dibatasi maksimal hanya 50% atau sekitar 25 ribu orang.

“ini harus dipahami masyarakat, kita bukan menolak ini adalah demi keselamatan kita semua, kenyamanan kita semua, agar kita gak berisiko tinggi tertular virus,” tegasnya.

Sementara itu, untuk jam operasional diperkirakan buka dari pukul 06.30 WIB hingga 15.00 WIB. Namun, ada kemungkinan Ragunan tutup lebih awal bergantung pada kondisi pengunjung. Pihaknya menyebut Ragunan bisa tutup lebih awal pukul 14.30 WIB.

“Jangan lupa tegas jalankan prokes apabila nanti kita buka. Kami tetap pantau terus di lapangan. Masyarakat yang datang wajib menggunakan masker, jaga jarak dan tidak berkerumun. Nanti tempat-tempat pemeriksaan akan kita efektifkan semaksimal mungkin untuk mengurangi risiko itu,” pungkasnya. (Hld/OL-09)

BERITA TERKAIT