24 April 2021, 21:00 WIB

PDI-P: Separator Beton dj Jalur Sepeda Bahayakan Nyawa


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ Andri W
 MI/ Andri W
Jalur sepeda

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengkritisi sepatator beton pada jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.

Paslalnya, telah terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna silver. Kendaraan itu menabrak beton pembatas jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (22/4) siang.

Peristiwa kecelakaan itu disampaikan di akun resmi Twitter TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro. Mobil yang melaju kencang di sisi kiri itu menghantam beton hingga terguling ke posisi miring 90 derajat. Sementara, beton yang ditabrak mengalami kerusakan ringan.

Prasetio mengatakan beton pembatas itu tidak estetik untuk diletakkan di jalur protokol di Jakarta itu.

"Harusnya nggak perlu pakai beton sebesar itulah. Nggak indah. Jalan protokol itu juga kan memang padat sekali semenjak motor dibolehkan lagi lewat situ. Harus hati-hati untuk penempatan objek apapun di jalan tersebut," kata Prasetio saat dihubungi, Sabtu (24/4).

Beton itu juga Menurutnya cukup membahayakan. Terbukti sudah ada kecelakaan yang terjadi. Prasetio sebenarnya menyetujui adanya jalur sepeda.

"Tapi kalau bisa jangan di badan jalan. Di trotoar saja dengan diberikan marka atau rambu. Kalau memang masih mau di badan jalan ya sudah gunakan pembatas yang tidak terlalu membahayakan kedua belah pihak dan rambu-rambunya diperkuat," ungkapnya.

Ia juga mengkritisi cara Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi trotoar dengan melakukan konsistensi jalur. Akibat konsistensi jalur itu, jalan menjadi sempit setelah trotoar dilebarkan.

"Kan harusnya ketika mau lebarkan trotoar ya beli lahan lagi ke kanan dan ke kirinya. Bukan malah mengurangi badan jalan yang ada. Jadi sama-sama enak. Yang jalan kaki, trotoarnya bagus. Yang naik mobil juga tidak merasa jalurnya dikurangi," tandasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT