31 March 2021, 15:50 WIB

Komisi B Minta Sarana Jaya Buka Data Pengadaan Tanah


Hilda Julaika | Megapolitan

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Tampak lahan di RT 05/RW 05 Kelurahan Pondok Ranggon yang dikabarkan jadi lokasi pembangunan DP Rp 0, Jakarta Timur, Rabu (10/3/2021)

KOMISI B DPRD DKI kembali memanggil jajaran direksi Perumda Pembangunan Sarana Jaya terkait dengan pengadaan tanah yang selama ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI ini. 

Namun, pada saat rapat hari ini, Rabu (31/3), Plt Direktur Utama (Dirut) Perumda Sarana Jaya, Indra S. Arharrys kembali belum bisa merinci pembelian lahan dan peruntukkan lahan tersebut.

Anggota DPRD DKI Komisi B, Gilbert Simanjuntak segera meminta Sarana Jaya untuk terbuka kepada anggota dewan. Termasuk merinci lokasi dan peruntukkan lahan tersebut.

"Itu lahan fiktif apa gimana? Tanah yang 70 ha saya minta di mana saja dan alokasinya buat apa," kata Gilbert saat rapat di Ruang Serba Guna DPRD DKI, Rabu (31/3).

Baca juga: Diperiksa KPK, Dirut Sarana Jaya Mengaku Pasrah

Adapun dalam data yang dipaparkan oleh Indra, tercatat Sarana Jaya sudah melakukan pengadaan lahan untuk bank tanah dan lahan DP Rp0 sebanyak 66 ha. Dengan rincian, total pembelian lahan di Jakarta Utara sebanyak 51 ha sebesar Rp1,5 triliun. Selanjutnya, untuk pembelian lahan di Jakarta Timur sebanyak 15 ha sebesar Rp735 miliar.

Namun, para anggota DPRD DKI menyatakan data tersebut masih umum. Adapun yang dibutuhkan adalah data rinci seperti lokasi dan penggunaan lahan tersebut.

Indra pun sebagai Plt Sarana Jaya mengatakan akan segera mengirimkan jawaban dalam bentuk tertulis.

"Untuk data rincian nanti akan kami kirimkan dalam bentuk tertulis," katanya. (A-2)

BERITA TERKAIT