23 March 2021, 18:40 WIB

Pemprov DKI Pantang Mundur Gelar Formula E


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ Insi Nantika Jelita
 MI/ Insi Nantika Jelita
Riza Patria

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengungkapkan pihaknya tidak bisa sembarangan menghentikan rencana penyelenggaraan Formula E di Jakarta yang rencananya mundur ke 2022.

Pemprov DKI sudah menyetorkan dana 'commitment fee' sebagai tuan rumah musim 2020 dan 2021 sebesar Rp560 miliar. Pun dengan penyetoran itu sudah menjadi tanda resmi kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan penyelenggara Formula E yakni Formula E Operation (FEO).

 

"Formula E kan sudah jadi program Pemprov dan melalui satu proses panjang. Tidak ada program yang diputus secara sepihak," ungkapnya di Balai Kota, Selasa (23/3).

 

Ia menegaskan rencana penyelenggaraan Formula E sudah dipertimbangkan bersama banyak pihak seperti konsultan independen.  Jakarta pun dinilai sanggup dan mumpuni untuk menjadi tuan rumah.

"Jadi program itu kita putus sesuai dengan kajian penelitian ada proses melalui konsultan independen bukan kami yang melakukan kajian apakah program ini dimungkin kan atau tidak kemudian dampak positifnya apa, sudah lewat itu masanya. Sehingga masuk ke program dan dianggarkan. Dan waktu proses penganggaran juga dapat persetujuan DPRD," jelas politisi Partai Gerindra itu.

 

"Artinya sudah melalui proses yang baik dan benar. Kemudian kenapa belum digelar beberapa waktu lalu dikarenakan covid tidak hanya Indonesia tapi di semua negara yang memang bertepatan menyelenggarakan Formula E itu ditunda sampe 2022," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta agar Pemprov DKI meninjau ulang rencana penyelenggaraan Formula E. Balap mobil internasional itu dinilai akan semakin membengkak karena penundaan akibat pandemi covid-19.

Di sisi lain, Direktur Proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Muhamad Maulana mengungkapkan penyelenggaraan Formula E usai pandemi tentu saja masih akan membawa keuntungan bagi Jakarta. Keuntungan pun tidak hanya bisa dilihat dari materil tetapi juga dalam bentuk imateril.

"Bayangkan jutaan warga dunia menonton perhelatan ini. Ini tentunya akan menguntungkan bagi warga Jakarta," tandasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT