31 October 2020, 13:03 WIB

DKI Imbau Warga Tak Ajak Kerabat Merantau ke Ibu Kota


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2020).

KEPALA Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengimbau agar masyarakat tidak memanfaatkan momen arus balik untuk merantau ke Ibu Kota. Ia juga mengimbau agar masyarakat tak membawa sanak saudaranya merantau ke Ibu Kota untuk mencari mata pencarian. Menurutnya, Jakarta belum aman dari virus covid-19 meski angka kasus baru terus menurun dan 'positivity rate' Jakarta terus membaik.

"Saat ini Jakarta memang belum selesai dengan virus dan untuk itu kepada warga yang sudah mudik pada saat balik ke Jakarta, jangan dulu ajak keluarga bersama-sama ke Jakarta," ujarnya, Jumat (30/10).

Menurutnya, apabila pendatang berdatangan ke Jakarta di masa pandemi ini akan semakin sulit menanggulangi wabah. Di perjalanan pun, warga berpotensi tertular virus karena interaksi selama di perjalanan. 

baca juga: Minggu Puncak Arus Balik, Waspada Transfer Virus di Rest Area 

Hal yang sama dilakukan oleh Lurah Sunter Agung Danang Widjanarko. Dihubungi terpisah, Danang meminta RW untuk mendata warga yang pergi berlibur ke luar kota. Selain itu, Danang juga meminta RW mendata para pendatang.

"Mereka diimbau kalau bisa melakukan rapid atau swab tes sebelum dan sesudah pergi dari luar kota. Begitu juga dengan pendatang. Ini untuk mencegah penularan covid-19," pungkasnya.(OL-3)


 

BERITA TERKAIT