15 April 2019, 18:11 WIB

Surat Suara Rusak di Kota Depok Sudah Diganti


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

ANTARA FOTO/RAHMAD
 ANTARA FOTO/RAHMAD
Pekerja lepas melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara pengganti dan tambahan di KIP Lhokseumawe

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Nana Shobarna mengungkapkan surat suara rusak yang dikembalikan kepada KPU Pusat, kini sudah diganti dengan yang baru.

"Ada kurang lebih 2.330 surat suara rusak dan sudah diganti dengan yang baru. Alhamdulillah telah siap digunakan," kata Nana, Senin (15/4).

Nana mengatakan saat ini surat suara untuk calon Presiden dan calon Wakil Presiden sudah datang ke Kota Depok. Begitu pun dengan surat suara baik untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPRD Provinsi dan Kota.

"Untuk surat suara calon Presiden dan calon Wakil Presiden, DPD, DPRD telah tersedia dan telah didistribusikan ke 63 kelurahan di Kota Depok. Hingga saat ini, logistik pemilu baik kotak suara maupun surat suara tidak terdapat kerusakan," tuturnya.

KPU Kota Depok mencatat total pemilih sebanyak 1.309.338 orang. Sedangkan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 5.775 TPS. Untuk pemilih yang akan mencoblos di Kota Depok dan mengajukan form A-5 adalah sebanyak 200 orang.

"Kami optimistis penyelenggaraan pemilu legislatif dan pilpres di Depok dapat berjalan dengan baik dan lancar. Minta doanya juga dari semua pihak," ungkapnya.

Baca juga: Penggantian Surat Suara Rusak di Kupang Dipercepat

Sedangkan pembagian undangan atau formulir C-6 sudah mulai dibagikan sejak Sabtu (13/4). Pembagian undangan masih terus berjalan hingga esok H-1 yakni Selasa (16/4).

"Sudah banyak yang menerima. Pembagian undangan terus dilakukan," pungkas Nana

Camat Limo Kota Depok Herry Restu Gumilar mengatakan pendistribusian logistik pemilu ke kantor Kecamatan Limo tidak menemui kendala sekalipun akses jalan diblokir warga sekitar.

“Distribusi logistik Pilpres dan Legislatif, di antaranya kertas bilik suara, kotak suara, surat suara, alat coblos, terkendali dan tidak ditemukan gangguan meski akses jalan ditutup oleh warga," kata Herry kepada Media Indonesia, Senin (15/4) .

Setelah itu logistik Pilpres dan Legislatif kembali didistribusikan ke setiap kelurahan dan akhirnya ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Depok.

"Pendistribusian ke kelurahan-kelurahan pun juga tidak menemui hambatan," tukasnya

Akses jalan ke Kecamatan Limo sampai saat ini masih dipagar drum beton oleh Suganda, warga yang mengklaim pemilik lahan sejak Selasa (10/4) lalu. Pemagaran dilakukan sekitar 25 meter sebelum gerbang kantor Kecamatan Limo.

Sehingga, truk pembawa logistik tidak bisa masuk sampai dalam halaman kantor Kecamatan Limo dan hanya sampai di depan pagar drum beton. Dari sana, logistik diturunkan dan dipanggul untuk dipindahkan ke kendaraan lain milik kecamatan yang disiapkan di balik pagar drum beton penutup jalan.

Kendaraan lalu membawa masuk logistik ke halaman Kantor Kecamatan Limo. Setelah di halaman kantor kecamatan, logistik kembali diturunkan dan dipindahkan ke dalam gudang.(OL-5)

BERITA TERKAIT