16 December 2022, 18:17 WIB

Kasus Kematian akibat Covid-19 di Tiongkok Meningkat


Cahya Mulyana | Internasional

AFP/Yuxuan ZHANG
 AFP/Yuxuan ZHANG
Seorang petugas medis tengah melayani pekerja yang akan melakukan tes covid-19 di Beijing, Rabu (14/12).

PEKERJA di krematorium Beijing kewalahan menghadapi lonjakan kasus covid-19. Pihak berwenang menilai gelombang ini dapat menyentuh daerah pedalaman dan perdesaan yang terbelakang selama hari libur umum akhir tahun.

Kasus covid-19 menyebar dengan cepat di seluruh Tiongkok setelah tiga tahun tindakan penahanan ketat berakhir pekan lalu. Otoritas kesehatan Beijing mengakui skala sebenarnya dari wabah itu tidak mungkin untuk dilacak.

Badan Pusat Penanggulangan Covid-19 Tiongkok mendesak seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan pemantauan. Sebab, banyak orang-orang kota yang mudik ke kampung selama perayaan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Imlek.

Perayaan yang terakhir adalah migrasi tahunan terbesar di dunia, terlebih menjadi kali pertama setelah pembatasan selama tiga tahun terakhir. Media pemerintah dan pakar kesehatan Tiongkok meremehkan tingkat keparahan omikron.

Pakar Kesehatan Zhong Nanshan menyarankan pemerintah supaya menyosialisasikan bahwa covid-19 harus disebut sebagai flu virus korona. Namun, jutaan orang lanjut usia yang tidak divaksinasi tetap rentan serangan jenis omikron.

Dua rumah duka Beijing yang dihubungi oleh AFP mengonfirmasi bahwa mereka beroperasi 24 jam sehari dan menawarkan layanan kremasi karena lonjakan permintaan. "Kami sedang bekerja keras! Lebih dari 10 dari 60 staf kami positif (untuk covid) tetapi kami tidak punya pilihan, akhir-akhir ini sangat sibuk," kata seorang staf krematorium kepada AFP.


Baca juga: Pengamat: Kebijakan Nol Covid di Tiogkok Cerminan Pelanggaran HAM


"Kami mengkremasi 20 jenazah sehari, kebanyakan orang tua. Banyak orang yang sakit akhir-akhir ini," tambahnya.

Krematorium Beijing lainnya mengatakan kepada AFP bahwa ada daftar tunggu selama seminggu untuk mendapatkan tempat antrean. Sebuah studi baru-baru ini oleh para peneliti di Universitas Hong Kong memperkirakan Tiongkok dapat mengalami sekitar satu juta kematian akibat covid-19 pada musim dingin ini.

Itu terjadi jika pemerintah Tiongkok tidak mengintervensi pembatasan dan kegiatan di luar ruangan. Tiongkok hanya melaporkan sembilan kematian resmi akibat covid-19 sejak pertengahan November, dan mencatat lebih dari 10 ribu infeksi setiap hari.

Tidak ada kematian akibat covid-19 yang dilaporkan secara nasional antara 28 Mei dan 19 November. Banyak kematian pasien positif covid-19 tidak dilaporkan karena kriteria nasional yang ketat untuk mengklasifikasikan kematian terkait covid-19.

Lima panti jompo mengatakan tidak dapat membeli alat tes antigen atau obat-obatan karena kelangkaan di pasar. Staf di beberapa panti jompo Beijing yang dihubungi oleh AFP menolak untuk berbicara tentang kondisi di sana.

Banyak panti jompo secara nasional telah melanjutkan protokol penutup sementara. AFP melakukan geolokasi satu video ke sebuah rumah sakit di daerah Hanchuan, Provinsi Hubei, yang stafnya mengonfirmasi bahwa video tersebut direkam pada Selasa (13/12).

"Para pasien dalam video itu secara sukarela duduk di luar di bawah sinar matahari karena di ruangan sudah penuh," kata staf itu kepada AFP. (OL-16)

BERITA TERKAIT