04 December 2022, 18:30 WIB

Tiongkok Longgarkan Pembatasan dalam Pergeseran Kebijakan Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Internasional

NICOLAS ASFOURI / AFP
 NICOLAS ASFOURI / AFP
Seorang ibu menggendong bayinya di Wuhan, Tiongkok.

LEBIH banyak ibu kota provinsi Tiongkok melonggarkan pembatasan Covid-19 ketika pihak berwenang memperluas perubahan kebijakan menuju pembukaan kembali ekonomi setelah protes anti-lockdown meletus di seluruh negeri.

Shanghai mengatakan akan membatalkan persyaratan tes PCR Covid-19 di transportasi umum dan tempat luar ruangan di seluruh kota mulai Senin, perubahan besar lainnya dari strategi tanpa toleransi Tiongkok di tengah protes atas pembatasan pandemi.

Baca juga: Intelijen AS Perkirakan Laju Perang Ukraina Lebih Lambat dan Terus Berlanjut

Penduduk tidak perlu lagi menunjukkan bahwa mereka telah dites negatif untuk tes Covid untuk memasuki kereta bawah tanah, bus, dan taman, menghilangkan persyaratan yang menjadi sumber utama ketidaknyamanan bagi publik.

Pemerintah Shanghai, pusat keuangan negara itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan dan menyesuaikan pengendalian Covid-19 sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dan perkembangan pandemi.

Kunming, di provinsi barat daya Yunnan, akan efektif pada hari Minggu mengizinkan orang untuk naik transportasi umum tanpa menunjukkan tes PCR, sementara Nanning di wilayah tetangga Guangxi membatalkan persyaratan pengujian tersebut untuk semua tempat umum kecuali hotel dan tujuan wisata.

Di Harbin, ibu kota Heilongjiang di timur laut, hasil tes tidak lagi diperlukan untuk memasuki tempat umum, sementara orang yang meninggalkan kota hanya perlu mengikuti satu tes PCR dalam waktu 48 jam, bukan dua, kata pemerintah setempat pada Sabtu malam.

Pusat-pusat regional bergabung dengan kota-kota tingkat pertama termasuk Beijing, Shenzhen, dan Guangzhou yang sebagian melonggarkan pembatasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Pejabat tinggi pemerintah dalam sepekan terakhir telah mengisyaratkan transisi dari langkah-langkah penahanan paling keras, yang telah membebani ekonomi dan memicu protes anti-lockdown ketika ketidakpuasan publik meningkat.

Tiongkok melaporkan 30.889 kasus Covid lokal baru pada Sabtu, turun dari 32.206 sehari sebelumnya, menurut data resmi terbaru.

Sementara pelonggaran langkah-langkah di kota-kota tidak dapat diartikan sebagai Tiongkok meninggalkan kebijakan nol-Covid-19.

“Kami melihat itu sebagai bukti nyata dari persiapan pemerintah Tiongkok untuk keluar, dan berusaha meminimalkan biaya ekonomi dan sosial dari Pengendalian Covid-19 sementara itu,” tulis kepala ekonom Tiongkok Goldman Sachs Group Hui Shan dan rekannya dalam sebuah catatan pada hari Minggu.

Pengalaman di Hong Kong dan Taiwan menunjukkan bahwa kasus baru akan meroket saat dibuka kembali, dengan mobilitas menurun tajam, tulis mereka. Skenario kasus dasar Goldman Sachs menunjukkan kebijakan nol-Covid-19 Tiongkok akan bertahan hingga April untuk memungkinkan persiapan, menurut catatan itu. (straitstimes/OL-6)

BERITA TERKAIT