30 November 2022, 18:30 WIB

Salju Hambat Tentara Ukraina, Zelensky Mengeluh ke NATO


Cahya Mulyana | Internasional

RONALDO SCHEMIDT / AFP
 RONALDO SCHEMIDT / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluh kepada NATO. Pasalnya musim dingin membuat serdadu Kyiv kewalahan untuk bertahan dari serangan Rusia.

"Militer Rusia juga menyerang Luhansk, di timur, dan Kharkiv, di timur laut, wilayah terakhir yang direbut Ukraina pada bulan September. Situasi di depan sulit,” kata Zelensky dalam pidato videonya, Rabu (30/11).

Ia mengatakan Rusia semakin kuat di garis depan walaupun mengalami kerugian yang besar. “Meski mengalami kerugian yang sangat besar, para penjajah masih berusaha untuk maju di Donetsk, Luhansk dan Kharkiv. Dan mereka sedang merencanakan sesuatu di selatan", katanya.

Staf Umum Ukraina mengatakan pada pasukannya telah memukul mundur enam serangan Rusia dalam 24 jam terakhir di wilayah Donbas timur. Sementara artileri Rusia tanpa henti menembaki tepi kanan Sungai Dnieper dan kota Kherson lebih jauh ke selatan.

Warga Ukraina melarikan diri ke tempat perlindungan setelah sirene peringatan serangan udara di sejumlah kota. Di wilayah Donetsk timur, pasukan Rusia menggempur sasaran Ukraina dengan tembakan artileri, mortir, dan tank.

Laporan Zelensky itu diutarakan saat menghadiri pertemuan dengan para menteri dari aliansi NATO berada di ibu kota Rumania, Bucharest. Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Eropa akan fokus dalam pemberian bantuan seperti bahan bakar, pasokan medis dan peralatan musim dingin, serta bantuan militer.

Baca juga: NATO Janji Perkuat Pertahanan Ukraina

AS mengatakan akan menyediakan US$53 juta untuk membeli peralatan jaringan listrik. Presiden AS Joe Biden mengatakan memberikan lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina adalah prioritas. Tetapi Partai Republik, yang mengambil kendali DPR pada Januari berencana menghentikannya karena telah melampaui US$18 miliar.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba menggunakan musim dingin sebagai senjata perang setelah serangkaian kekalahan di sejumlah wilayah.

Di Kyiv, salju turun dan suhu mencapai titik beku saat jutaan orang di dalam dan di sekitar ibu kota berjuang untuk memanaskan rumah mereka. Seorang pejabat perusahaan listrik mengatakan bahwa 985.500 rumah tangga di Kyiv tanpa listrik.

Penyedia listrik lain mengatakan kota itu akan mengalami pemadaman listrik darurat pada Rabu (30/11). Gubernur Kherson Yaroslav Yanushevych mengatakan jaringan listrik telah dipulihkan ke setengah kota Kherson.

Pasukan Ukraina menyerang pembangkit listrik di wilayah Kursk Rusia. Kemudian sebuah tangki penyimpanan minyak besar terbakar di wilayah Bryansk Rusia yang berbatasan dengan timur laut Ukraina namun tidak ada korban. (Aljazeera/OL-4)

BERITA TERKAIT