02 November 2022, 18:27 WIB

Berkabung, Gujarat Kibarkan Bendera Setengah Tiang


Ferdian Ananda Majni | Internasional

AFP/Sajjad HUSSAIN
 AFP/Sajjad HUSSAIN
Bendera setengah tiang berkibar di New Delhi saat turut berduka atas wafatnya Ratu Inggris Elizabeth II, 11 September 2022.

NEGARA bagian Gujarat India pada Rabu (3/11) berduka atas kematian 135 orang akibat ambruknya jembatan akhir pekan lalu. Bendera nasional dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah, acara-acara publik, resepsi, dan program hiburan dibatalkan.

Petugas penyelamat akan melanjutkan pencarian setiap orang yang belum ditemukan di hari keempat, kata juru bicara ruang kendali pemerintah. Meski pejabat setempat mengatakan pada Selasa (1/11) kemarin bahwa hanya satu orang yang diyakini masih hilang.

Jembatan gantung era kolonial Kota Morbi di atas Sungai Machchhu, dipenuhi wisatawan yang merayakan Festival Diwali dan Chhath Puja ketika jembatan itu ambruk pada Minggu (30/10) malam, membuat orang-orang terjun sekitar 10 meter ke dalam air.

Ketua Menteri Gujarat Bhupendra Patel telah mengimbau orang-orang di negara bagiannya untuk berdoa bagi jiwa-jiwa yang meninggal dan keluarga mereka.


Baca juga: PM Korsel Minta Maaf atas Tragedi di Itaewon


Warga Morbi, Ashok Bhai Jindani, 55, menyalakan dupa di hadapan berhala dewa di toko alas kaki di pusat kota yang dipenuhi dengan usaha kecil.

"Untuk orang-orang yang telah meninggal, saya akan berdoa agar Tuhan membawa kedamaian bagi mereka dan keluarga mereka," kata Jindani.

"Pemilik toko di sini hari ini telah membuka bisnis mereka setelah tutup dua hari. Di malam hari, kita akan melihat apakah semua toko tetangga kita dapat berkumpul dan pergi ke rumah sakit sipil untuk berdoa bersama," katanya.

Seorang pejabat senior polisi mengatakan kepada Reuters bahwa sekitar 200 orang berada di jembatan ketika jembatan itu runtuh. Pejabat kota setempat mengatakan tiket untuk sekitar 400 orang telah terjual, meskipun tidak harus berada di jembatan pada waktu yang sama.

Polisi telah menangkap sembilan orang atas bencana tersebut. (AFP/OL-16)

BERITA TERKAIT