19 October 2022, 18:06 WIB

Australia Selidiki Eks Pilot yang Latih Pasukan Tiongkok


Cahya Mulyana | Internasional

AFP
 AFP
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles saat memberikan konferensi pers.

MENTERI Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki laporan mantan pilot militer yang bekerja untuk militer Tiongkok. 

Kabar tersebut bermula dari temuan otoritas Inggris, yang juga melaporkan eks-pilot angkatan udaranya direkrut otoritas Negeri Tirai Bambu.

"Saya akan sangat terkejut dan terganggu mendengar bahwa ada personel yang dibujuk dengan gaji besar dari negara asing daripada melayani negara mereka," tegas Marles dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Dalam 'Perang Ekonomi', AS Klaim Bisa Kalahkan Tiongkok

Pihaknya sudah meminta Departemen Pertahanan untuk menyelidiki kasus tersebut. "Saya telah meminta departemen untuk menyelidiki klaim ini, sehingga dapat memberikan saran yang jelas tentang persoalan itu," imbuhnya.

Dalam akun Twitter-nya, Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa pilot negara mereka yang bekerja untuk militer Tiongkok, terancam sanski Undang-Undang (UU) tentang Rahasia Resmi dan UU tentang Keamanan Nasional.

Baca juga: Dunia Abaikan Krisis Kemanusiaan di Nigeria, Lebih Peduli Biayai Ukraina Lawan Rusia

BBC melaporkan sekitar 30 mantan pilot militer Australia memilih untuk melatih Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Modusnya, eks pilot militer diikat kontrak oleh sekolah penerbangan Afrika Selatan yang beroperasi di Tiongkok.

Perusahaan Afrika Selatan, Test Flying Academy of South Africa (TFASA), enggan mengomentari isu tersebut. Dalam iklan tak bertanggal dengan Society of Experimental Test Pilots (SETP), TFASA mencari sejumlah instruktur pilot uji coba helikopter dan pesawat komersil untuk wilayah Asia Timur.(CNA/OL-11)

BERITA TERKAIT