02 October 2022, 14:15 WIB

Badai Ian Hempaskan 31 Nyawa


Cahya Mulyana | Internasional

AFP
 AFP
Badai Ian di Florida.

Tim evakuasi terus mencari korban di balik reruntuhan gedung di Florida, Amerika Serikat (AS), yang masih terendam banjir akibat Badai Ian. Kemudian pihak berwenang di Carolina Selatan sudah mulai menilai kerusakan akibat bencana ini.

Kekuatan badai ini telah melemah dan level menjadu topan pasca-tropis yang bergerak melintasi Carolina Utara tengah pada Sabtu (1/10) kemudian pindah ke Virginia dan New York. Sedikitnya 31 orang dipastikan tewas, termasuk 27 orang di Florida, sebagian besar karena tenggelam tetapi yang lain akibat dampak lain dari badai ini.

Sepasang suami istri yang sudah tua dilaporkan meninggal setelah mesin oksigen mereka mati karena pemadaman listrik di Florida. Sementara itu, warga Florida yang putus asa mengarungi air setinggi lutut untuk menyelamatkan harta benda.

“Saya ingin duduk di sudut dan menangis. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,” kata warga Florida, Stevie Scuderi.

Badai ini menjadi yang teruat yang pernah melanda AS, meneror jutaan orang hampir sepekan di Kuba. Di Carolina Selatan, pusat badai Ian mendarat di dekat Georgetown, sebuah komunitas kecil di sepanjang Teluk Winyah 95 km (60 mil) utara Charleston.

Badai menghanyutkan bagian dari empat dermaga di sepanjang pantai, termasuk dua yang terhubung ke kota wisata populer Myrtle Beach. Angin badai jauh lebih lemah daripada saat pendaratan Ian di Pantai Teluk Florida awal pekan ini.

Pihak berwenang dan sukarelawan di sana masih menilai kerusakan saat warga yang terkejut. Anthony Rivera, 25, mengatakan dia harus memanjat melalui jendela apartemen lantai satu selama badai untuk membawa nenek dan pacarnya ke lantai dua.

Saat mereka bergegas untuk melarikan diri dari air yang naik, gelombang badai menghanyutkan perahu tepat di sebelah apartemennya. "Itu hal paling menakutkan di dunia karena saya tidak bisa menghentikan perahu. Aku bukan Superman," ungkapnya.

Pulau Pawleys, sebuah komunitas pantai sekitar 117km (73 mil) di pantai Carolina Selatan dari Charleston, adalah salah satu tempat yang paling parah terkena dampak badai Ian.

Eddie Wilder, yang telah datang ke Pulau Pawleys selama lebih dari enam dekade, mengatakan badai itu gila untuk ditonton. Dia mengatakan gelombang setinggi 7,6 meter (25 kaki) menghanyutkan dermaga, hanya dua pintu dari rumahnya.

“Kami menyaksikannya menabrak dermaga dan melihat dermaga menghilang. Saya telah melihat beberapa badai dan yang ini liar. Kami memiliki kursi barisan depan," jelasnya.

Meskipun badai Ian sudah lama melewati Florida, masalah baru terus muncul. Bentangan Interstate 75 sepanjang 22 km (14 mil) ditutup di kedua arah di daerah Port Charlotte karena banyaknya air yang menggenangi Sungai Myakka.

Lebih jauh ke tenggara, Sungai Perdamaian juga mengalami banjir besar pada Sabtu pagi di kabupaten Polk, Hardee dan DeSoto. Korban tewas resmi naik dengan pihak berwenang memperingatkan kemungkinan akan meningkat jauh lebih tinggi setelah kru melakukan pembersihan kerusakan yang lebih besar.

Badai Ian kemungkinan telah menyebabkan kerusakan lebih dari US$100 miliar, termasuk US$63 miliar kerugian yang diasuransikan secara pribadi, menurut perusahaan pemodelan bencana Karen Clark & Co. Jika angka-angka itu terbukti, itu akan menjadikan dampak badai Ian menjadi badai paling mahal dalam sejarah AS. (Aljazeera/OL-12)

BERITA TERKAIT