02 October 2022, 12:01 WIB

Tragedi Kanjuruhan Malang, Gegerkan Dunia


Cahya Mulyana | Internasional

AFP/Putri
 AFP/Putri
Kondisi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur paska tragedi berdarah usai pertandingan Arema FC-Persebaya, Sabtu (1/10)

MATA penduduk dunia teralihkan dari kemenangan Ukraina di kota Lyman, dekat Kharkiv yang sempat dikuasai Rusia. Atau dari aksi besar-besaran di Iran yang memprotes kematian Mahsa Amini yang turut diikuti ribuan warga Kanada hingga Amerika Serikat.

Itu terjadi usai pertandingan yang mempertemukan tim asal Surabaya dan Malang yakni Persebaya dan Arema FC. Sulit bagi masyarakat dunia tidak melirik Indonesia karena kerusuhan usai pertandingan yang dimenangkan anak-anak asuh Aji Santoso 3-2 itu berujung hilangnya 127 nyawa, angka sementara yang berada dialam catatan kepolisian.

Media asal Inggris, The Guardian misalnya, menulis kabar kelam sepak bola Indonesia ini dengan tajuk Kerusuhan Sepak Bola Indonesia: 129 Orang Tewas Setelah Terinjak-injak Dalam Pertandingan. The Mirror juga melaporkan tragedi Kanjuruhan dengan judul Lusinan Suporter Sepak Bola Tewas Di Kerusuhan Massal Yang Melibatkan Tembakan Gas Air Mata, dan Liga Dihentikan.

Sorotoan lain berasal dari media negeri Adi Kuasa, Amerika Serikat, The New York Times. Mereka menulis tragedi di Kanjuruhan dengan judul Ricuh di Pertandingan Sepak Bola Indonesia Menewaskan Beberapa Fans Tewas. Kemudian Associated Press dalam laporannya menyebutkan bahwa korban jiwa mencapai 127 orang termasuk dua petugas polisi.

Kabar duka sepak bola Tanah Air juga sampai hingga Jazirah Arab. Itu usai media Qatar, Aljazeera. Mereka menulis laporan kejadian ini dengan tajuk Puluhan Tewas Terinjak-injak di Pertandingan Sepak Bola Indonesia, Kata Polisi.

Sementara tercatat ada 127 penonton meninggal dunia usai laga Arema Malang menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10)."Meninggal dunia 125 suporter dan 2 anggota Polri, totalnya 127 orang. Sekarang saya di rumah sakit Kepanjen bersama Pangdam, Kapolda dan Forkopimda," tegas Bupati Malang Sanusi, Minggu (2/10).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyatakan sebelum pertandingan, polri dan panpel menyepakati laga ini tanpa kehadiran suporter Persebaya. Selama pertandingan, lanjutnya, kondisi aman dihadiri 40 ribu penonton.Namun, penonton kecewa karena tim kesayangan mereka kalah dengan skor 2-3.

Lalu, sekitar tiga ribu penonton masuk ke lapangan bermaksud menanyakan ke official mengapa timnya kalah."Petugas melontarkan gas air mata karena sudah anarkis, penonton menyerang petugas dan merusak mobil," ujarnya.

Setelah itu penonton keluar melalui pintu 10 atau 12 stadion sehingga terjadi penumpukan. Hal itu yang membuat terjadi sesak napas dan kurang oksigen.

Petugas kesehatan pun langsung menolong sekaligus mengevakuasi penonton yang terluka ke rumah sakit."Korban meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan 13 orang, korban lainnya meninggal di rumah sakit, 180 orang menjalani perawatan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Presiden Perintahkan Kapolri Lakukan Investigasi Tragedi Kanjuruhan

BERITA TERKAIT