01 October 2022, 17:25 WIB

Iran Tangkap Warga Negara Asing terkait Protes Mahsa Amini


Ferdian Ananda Majni | Internasional

AFP/UGC.
 AFP/UGC.
Pengunjuk rasa turun ke jalan Sanandaj, ibu kota provinsi Kurdistan Iran.

IRAN mengatakan bahwa sembilan orang asing ditangkap selama protes jalanan mematikan yang dipicu oleh kematian wanita Kurdi Mahsa Amini. Ini terjadi ketika demonstrasi di seluruh negeri memasuki minggu ketiga di tengah baku tembak.

Kementerian intelijen Iran mengatakan sembilan warga negara asing dari Jerman, Polandia, Italia, Prancis, Belanda, Swedia, dan lain-lain ditangkap di belakang layar kerusuhan bersama dengan 256 anggota kelompok oposisi yang dilarang. Puluhan orang tewas dalam tindakan keras terhadap protes yang meletus ketika Amini, 22, meninggal dalam tahanan tiga hari setelah penangkapannya oleh polisi moral terkenal di Teheran karena diduga melanggar kode pakaian ketat republik Islam untuk wanita.

Keluarganya mengatakan mereka telah diberi tahu bahwa dia dipukuli sampai mati dalam tahanan. Polisi mengatakan Amini meninggal karena serangan jantung dan menyangkal menganiaya dia. Pejabat Iran mengatakan kematiannya sedang diselidiki.

Iran telah mengeklaim bahwa protes harian yang melanda negara itu selama dua minggu terakhir dihasut oleh orang asing. Para pengunjuk rasa membantah klaim tersebut, menggambarkan tindakan mereka sebagai pemberontakan spontan terhadap aturan berpakaian ketat negara itu, termasuk jilbab wajib bagi perempuan di tempat umum.

Pasukan keamanan Iran menembaki pengunjuk rasa yang marah. Media oposisi yang berbasis di luar negeri melaporkan. "Matilah diktator," teriak para wanita tanpa penutup kepala di kota barat laut Ardabil, kata Iran International, stasiun televisi berbahasa Persia yang berbasis di London.

Di kota barat daya Ahvaz, rekaman dari saluran itu juga menunjukkan, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan sejumlah orang yang mengalir ke jalan-jalan mencemooh dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. Di Zahedan, dekat perbatasan tenggara Iran dengan Pakistan, orang-orang menerjang tembakan ketika mereka melempari batu ke kantor polisi, rekaman lain yang dibagikan oleh saluran tersebut menunjukkan.

Pembawa tandu terlihat membawa pergi orang-orang yang berlumuran darah akibat luka tembak dalam rekaman itu, yang tidak dapat segera diverifikasi oleh AFP. Media pemerintah mengatakan polisi di Zahedan membalas tembakan ketika mereka diserang oleh orang-orang bersenjata. 

Ahmad Taheri, kepala polisi provinsi Sistan-Baluchestan, mengatakan tiga kantor polisi diserang. "Sejumlah polisi serta orang yang lewat terluka dalam baku tembak," kata penyiar negara. (OL-14)

BERITA TERKAIT