01 October 2022, 14:22 WIB

Lembar Fakta: Perkembangan Hubungan Tiongkok-Indonesia


Mediaindonesia.com | Internasional

Dok. Kedubes Tiongkok
 Dok. Kedubes Tiongkok
Ilustrasi perdangan Indonesia-Tiongkok

1. Tiongkok dan Indonesia menjalin hubungan diplomatik pada 13 April 1950. Kemitraan Strategis dijalin pada April 2005 dan ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada Oktober 2013. Kedua negara meresmikan Mekanisme Dialog dan Kerjasama Tingkat Tinggi (High-level Dialogue and Cooperation Mechanism/HDCM) pada Juni 2021. Pada Juli Pada 2022, kedua Presiden menyepakati arah umum pembangunan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Indonesia.

2. Kedua negara mempertahankan pertukaran tingkat tinggi yang intensif. Sejak COVID-19 dimulai, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo telah berbicara melalui telepon enam kali. Pada Juli 2022, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan sukses ke Tiongkok. Presiden Jokowi merupakan Kepala Negara asing pertama yang mengunjungi Tiongkok sejak Olimpiade Musim Dingin Beijing.

3. Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama bertahun-tahun. Pada tahun 2021, volume perdagangan bilateral mencapai 124,43 miliar dolar AS, meningkat 58,6% dari tahun 2021. Di antaranya, ekspor Indonesia ke Tiongkok tumbuh 70,1% dan menjadi 63,76 miliar dolar AS, dan perdagangan bilateral pada dasarnya seimbang. Pada paruh pertama 2022, volume perdagangan bilateral mencapai 69,68 miliar dolar AS, meningkat 29,91% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai 35,36 miliar dolar AS, meningkat 34,17%. Manggis, buah naga dan buah tropis lainnya dari Indonesia telah diekspor ke Tiongkok.

4. Tiongkok merupakan salah satu sumber utama investasi Indonesia. Pada tahun 2021, Tiongkok menempati peringkat ketiga investor asing terbesar di Indonesia dengan investasi langsung senilai 3,2 miliar dolar AS, yang menyumbang 10,2% dari total investasi asing. Pada paruh pertama tahun 2022, Tiongkok menjadi sumber investasi asing terbesar kedua di Indonesia dengan investasi langsung senilai 3,6 miliar dolar AS, sebanyak 16,8% dari totalnya. Perusahaan-perusahaan Tiongkok melakukan kerja sama secara aktif di bidang transformasi digital, pertumbuhan hijau, dan ekonomi biru Indonesia.

5. Setelah COVID-19 merebak, kedua Pemerintah saling mendonasikan pasokan medis sedini mungkin. Tiongkok telah menyediakan sekitar 300 juta dosis vaksin COVID-19 ke Indonesia, lebih banyak dari negara lain mana pun. Enam perusahaan farmasi Tiongkok telah bekerja sama dengan pihak Indonesia dalam eksperimen, produksi, dan R&D vaksin dari rute teknis yang berbeda, unutk membantu Indonesia membangun pusat manufaktur vaksin regional. Pada Juli 2022, kedua negara menandatangani MoU Kerja sama tentang Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Tiongkok-Indonesia tentang Vaksin dan Genomik.

6. Pada Oktober 2018, kedua negara menandatangani MoU tentang sinergi Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative) dan strategi Poros Maritim Dunia. Pada tahun 2018, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, proyek kerja sama flagship Tiongkok-Indonesia, mulai dibangun. Sampai saat ini, pembebasan lahan dan hampir 92% konstruksi, termasuk semua terowongan dan jembatan, telah diselesaikan. Proses pemasangan rel kereta berjalan dengan mantap. Setelah Kereta Cepat Jakarta-Bandung dioperasikan, waktu tempuh Jakarta ke Bandung akan dipersingkat dari lebih dari 3 jam menjadi 40 menit.

7. Pada Mei 2018, kedua negara menandatangani MoU tentang Promosi Kerja Sama Pembangunan Koridor Ekonomi Komprehensif Regional. Kedua belah pihak membentuk panitia bersama untuk melaksanakan kerjasama praktis di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali.

8. Pada Januari 2021, kedua negara menandatangani MoU tentang Proyek Kerjasama “Dua Negara, Taman Kembar” dan mengadakan pertemuan Komite Kerja Bersama pertama pada bulan Maret. Kedua belah pihak bersama-sama mengadakan Konferensi Promosi Investasi Global “Dua Negara, Taman Kembar” Tiongkok-Indonesia pada Juli 2021.

9. Tiongkok telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Pro­yek-proyek utama seperti Jembatan Nasional Suramadu, Bendungan Jatigede, dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa-7 telah secara efektif mendorong konektivitas dan perkembangan ekonomi Indonesia.

10. Tiongkok adalah salah satu sumber wisatawan utama Indonesia. Sebelum COVID-19, setiap tahun lebih dari 2 juta wisatawan Tiongkok mengunjungi Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut. Lebih dari 90 penerbangan langsung dioperasikan antara kedua negara setiap minggu.

11. Tiongkok adalah tujuan populer bagi pelajar Indonesia. Sekitar 17.000 pelajar Indonesia belajar di Tiongkok sebelum COVID-19. Tiongkok telah membuka 8 Institut Konfusius dan 2 Ruang Kelas Konfusius di Indonesia. Banyak universitas Tiongkok telah mendirikan institut studi Indonesia. Pertukaran sub-nasional antara kedua negara aktif, dengan total 27 pasang provinsi dan kota bersaudara. Pada September 2017, Panda “Huchun” dan “Caitao” tiba dan tinggal di Taman Safari Bogor. Pada Oktober 2021, sepasang komodo tiba di Kebun Binatang Shanghai.

12. Kedua negara telah membentuk Mekanisme Komite Teknis Kerja Sama Maritim (TCM) dan Dana Kerja Sama Maritim. Pada Juni 2021, kedua negara menandatangani MoU tentang Penguatan Kerjasama Maritim, dan kerjasama maritim dimasukkan dalam  HDCM.

13. Tiongkok dan Indonesia bekerja sama secara aktif di bidang pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum. Kedua militer berbagi pengalaman dan saling mendukung dalam pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19, dan bersama-sama memberikan bantuan kemanusiaan dan melakukan latihan bersama. Kedua belah pihak telah melakukan kerjasama yang efektif di berbagai bidang seperti penegakan hukum dan keamanan, serta kejahatan transnasional.

14. Kedua negara menjaga komunikasi dan kerjasama yang baik dalam urusan regional dan internasional. Tiongkok mendukung Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun ini dan Ketua ASEAN 2023. Indonesia mendukung Inisiatif Pembangunan Global dan menghargai Inisiatif Keamanan Global. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia dan kepentingan bersama negara-negara berkembang.

BERITA TERKAIT