29 September 2022, 16:05 WIB

Terdampak Inflasi, Masyarakat Kanada Berburu Kupon


Cahya Mulyana | Internasional

AFP
 AFP
Ilustrasi: Warga kanada memburu toko diskon menyiasati tingginya biaya belanja kebutuhan pokok akibat inflasi.

GELOMBANG inflasi menerjang Kanada. Harga kebutuhan pokok naik hingga 11% atau tertinggi sejak 1981 yang membuat masyarakatnya memangkas daftar belanja.

Untuk tetap bertahan hidup, rakyat Kanada banyak yang mencari kupon potongan harga atau barang-barang konsumsi yang sedang promosi. Cara itu sedikit membantu untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga miring.

Penduduk Toronto, Sharon Anderson, sebelumnya bukanlah seorang kolektor kupon. Tetapi dia mengatakan saat ini sulit membeli barang-barang konsumsi yang setiap bulan dibeli.

"Kini harus mencari kupon barang yang diskon atau banting harga. Tanpa cara itu uang belanja sulit menutupi kebutuhan keluarga," katanya.

Cara lain beradaptasi dengan inflasi yang tinggi, masyarakat Kanada menghapus agenda makan di luar rumah. Ada juga yang menukarkan poin dari toko langganan, bank dan merchand.

Penelitian yang baru dilakukan Universitas Dalhousie terhadap 5.000 responden menunjukkan 33% belanja dengan menggunakan poin. Kemudian 22% membaca brosur sebelum belanja untuk mencari harga terbaik, dan 24% menggunakan lebih banyak kupon di toko.

"Orang Kanada jauh lebih strategis dalam berbelanja bahan makanan saat ini. Mereka sadar akan pilihan mereka,” kata Direktur Lab Analisis Pangan Universitas Agri, Sylvain Charlebois.

Charlebois mengatakan banyak dari penduduk Kanada mencari toko bahan pokok yang memberikan diskon. “Sekitar 24% orang Kanada telah memutuskan untuk benar-benar mengurangi jumlah makanan yang mereka beli,” tutupnya. (Globalnews/OL-13)

Baca Juga: Ratu Kecantikan yang Berani Melawan Junta Myanmar Dapat Suaka di Kanada

BERITA TERKAIT