27 September 2022, 11:25 WIB

Harga Energi Italia Membuat 120 Ribu Usaha Kecil Terancam Bangkrut


Cahya Mulyana | Internasional

Andreas SOLARO / AFP
 Andreas SOLARO / AFP
Ilustrasi: Italia

Harga energi di Italia naik signifikan yang mengancam kelangsungan sektor usaha kecil dan jasa. Jumlahnya mencapai 120ribu perusahaan.

"Sudah hari ini banyak perusahaan mereorganisasi atau mengurangi layanan. Sekarang hingga semester pertama tahun depan, setidaknya 120.000 usaha kecil di sektor jasa berada dalam risiko kebangkrutan," kata Kepala Asosiasi Bisnis Italia atau Confcommercio, Carlo Sangalli.

Dia mengatakan bahwa angka itu di luar perusahaan besar yang tidak ada jaminan mampu bertahan. Jika seluruh perusahaan itu bangkrut dapat membuat 370 ribu pekerjanya menganggur.

"Harga energi di Italia juga lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Dalam hal biaya energi, hotel, bar, restoran, dan toko kami akan membayar 40-60% lebih banyak untuk tagihan mereka tahun ini daripada di Jerman, dan tiga kali lipat dari di Prancis," paparnya.

Menurut dia 120ribu usaha itu yang berhasil keluar dari pukuluan pandemi covid-19. Tetapi dengan tinggi harga energi, seluruhnya bisa hancur. "Untuk menyelamatkannya, pemerintah harus melakukan reformasi dan meningkatkan investasi dengan cara yang lebih sederhana," tambahnya.

Italia, bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya, telah berjuang melawan inflasi yang mencapai rekor tertinggi. Inflasi tahunan di negara tersebut mencapai 8,4% pada bulan Agustus, sebagian besar didorong oleh biaya energi.

Negeri Pizza itu bergantung pada impor untuk hampir 75% dari energinya. Pada awal tahun ini, ia mengimpor 40% gasnya dari Rusia.

Namun pada pada bulan Juli pembeliannya dari Rusia turun menjadi 25% karena sanksi UE akibat serangan Moskow ke Ukraina. Awal bulan ini, Italia juga kehilangan banyak pasokannya dari Rusia ketika perusahaan BUMN energi Moskow, Gazprom, menghentikan aliran melalui pipa Nord Stream 1 karena masalah teknis.

Dalam survei terbaru, lebih dari 70% orang Italia mengalami kesulitan atau tidak mampu membayar tagihan energi. Sembilan dari sepuluh orang berencana memotong pengeluaran untuk membayar energi. Ini dilakukan dengan membatasi pergi ke restoran dan bar pada hari libur serta mengurangi pembelian pakaian. (Russia Today/OL-12)

BERITA TERKAIT