27 September 2022, 07:56 WIB

Kelompok HAM Sebut Korban Tewas dalam Demonstasi Iran Tembus 75 Orang


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/UGC
 AFP/UGC
Tangkapan layar dari video aksi demonstrasi di Kota Bushehr, Iran

LEBIH dari 75 orang tewas ketika pemerintah Iran menanggapi dengan keras aksi demonstrasi memprotes meninggalnya Mahsa Amini, seorang perempuan Kurdi, saat ditahan polisi moral. Hal itu dikatakan kelompok HAM, Senin (26/9).

Adapun pemerintah Iran mengatakan korban tewas tetap berjumlah 41 orang, termasuk sejumlah personel keamanan.

Pemerintah Iran, Senin (26/9), mengatakan telah menahan lebih dari 1.200 orang yang terkait aksi demonstrasi nasional memprotes kematian Amini, yang ditahan karena dianggap melanggar aturan pemakaian hijab dan kode berpakaian sopan.

Baca juga: Warga Diaspora Iran Ikut Kecam Aturan Hijab

Para demonstran kembali turun ke jalan pada Senin (26/9) malam, sama seperti yang mereka lakukan setiap malam sejak kematian Amini pada 16 September, di Teheran dan kota lainnya di Iran.

Demonstran di Iran meneriakkan, 'Mati bagi diktator', menyerukan diakhirnya kekuasaan selama tiga dekade pemimpin besar Ayatollah Ali Khamenei.

Rekaman video, yang disebut berasal dari Kota Tabriz, memperlihatkan para demonstran ditembaki menggunakan gas air mata oleh polisi.

Lembaga HAM, Iran Human Rights, mengatakan sedikitnya 76 orang tewas dalam aksi demonstrasi di Iran, naik dari data sebelumnya yang berjumlah 57 orang.

Perempuan di Sanadaj, provinsi di Kurdistan, mengibarkan hijab mereka sementara para pengemudi membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT