22 September 2022, 10:09 WIB

Jaksa New York Gugat Trump dan Anak-Anaknya Terkait Penggelapan Pajak


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Jeff Swensen/Getty Images
 AFP/Jeff Swensen/Getty Images
Mantan Presiden AS Donald Trump

DONALD Trump dan anggota keluarganya berbohong kepada petugas pajak, pemberi pinjaman, dan asuransi selama bertahun-tahun dengan cara mengungkapkan nilai yang tidak benar mengenai properti mereka dengan tujuan memperkaya diri. Hal itu terungkap dalam gugatan yang diajukan Kejaksaan New York, Rabu (21/9).

Jaksa Letitia James mengatakan dengan bantuan anak-anak dan rekan-rekannya di organisasi Trump, mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu mengeluarkan laporan palsu mengenai kekayaannya dan valuasi yang tidak benar mengenai asetnya agar bisa mendapatkan pinjaman, keuntungan asuransi, dan keringanan pajak.

"Singkatnya, Trump berbohong untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri," tegas James.

Baca juga: FBI Kebanjiran Ancaman dari Para Pendukung Trump

Gugatan itu merupakan salah satu dari banyak penyelikdikan terkait kejahatan kriminal, sipil, dan kongres terhadap Trump, yang berencana maju kembali sebagai presiden AS pada 2024.

Trump menyebut tuduhan jaksa New York itu tidak benar sementara juru bicacaranya mengecam aksi itu sebagai strategi Partai Demokrat untuk melumpuhkan pengusaha Partai Republik.

Kejaksaan New York menuntut Trump membayar ganti rugi setidaknya US$250 juta, nilai yang disebut James berasal dari penipuan itu serta larangan bagi keluarga Trump untuk melakukan bisnis di negara bagian itu.

James juga meminta agar Trump dan anak-anaknya, Donald Trump Jr, Eric Trump, dan Ivanka Trump dilarang membeli properti di New York selama lima tahun. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT