09 August 2022, 12:22 WIB

Ubhara Jaya Gelar Seminar Bahas Potensi Ancaman Keamanan di Asia Tenggara dan Indonesia


Mediaindonesia.com | Internasional

Dok. Ubhara Jaya
 Dok. Ubhara Jaya
Seminar internasional soal keamanan yang digelar Ubhara Jaya

MESKI saat ini tidak ada perang yang terjadi di kawasan Asia Tenggara, namun masih terdapat sejumlah ancaman keamanan bagi negara-negara di kawasan ini. Ancaman di bidang keamanan itu terbagi dua, yakni ancaman terhadap negara yang berupa konflik dan persaingan pengaruh kekuasaan, contohnya terkait sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, serta yang kedua konflik antar negara Asia Tenggara berupa sengketa wilayah (darat dan laut). 

"Sementara ancaman keamanan terhadap rezim dan pemerintah contohnya terkait isu ekstrimisme agama dan terorisme, urai Profesor Bilveer Singh, pakar keamanan internasional National University of Singapore dalam seminar Security Update, An International Bilingual Seminar yang digelar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. 

Lebih jauh, Bilveer Singh memaparkan, ancaman lain yang juga masih menjadi tantangan dalam bidang keamanan bagi negara-negara di Asia Tenggara termasuk permasalahan pangan, bencana alam, batas wilayah, kriminal, perdagangan manusia, pengungsian, korupsi dan juga kemiskinan.

Peneliti pada International Centre for Political Violence and Terrorism Research, Nanyang Technological University, Singapura, Profesor Jasminder Singh menyoroti isu terkait terorisme dan ekstrimisme agama di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, ancaman di bidang keamanan terbagi atas ekstrimisme agama, lalu adanya gerakan separatis di Myanmar, Indonesia, Thailand dan Filipina. Sikap lengah pada isu terorisme dan keamanan bisa berdampak besar pada keamanan. 

"Kejahatan terorisme adalah pelajaran terbaik menyangkut soal keamanan, karena teroris adalah organisasi pembelajaran terbaik di dunia, tutur Jasminder Singh.

Praktisi bidang teknologi dari Meguro Tokyo, Jepang, Anditto Heristyo memaparkan tantangan di bidang keamanan terkait dengan pemanfaatan internet pada masa pascapandemi Covid-19 dalam makalah bertema Security and Sovereignty in Post-Pandemic Era Internet.” 

Baca juga : Taiwan Mulai Latihan Perang Mengantisipasi Serangan Tiongkok

Anditto mengatakan, internet dibangun atas dasar keterbukaan dan kolaborasi.

"Maka seharusnya prinsip ini tetap menjadi pijakan bagi setiap orang dalam memanfaatkan teknologi ini," jelas Anditto.

Sementara itu, Profesor Riset Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Keamanan Nasional (Puskamnas), Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo menyampaikan pemaparan terkait isu keamanan jelang perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 di Indonesia.

“Dalam konteks Pemilu mendatang, gagasan pemikirannya adalah bukan pada pengumpulan dukungan dalam bidang politik, namun bagaimana kita memahami dan memetakan potensi konflik di bidang keamanan yang menjadi bagian dari kegiatan penyadaran publik. Berbagai hasil kajian dari seminar ini akan berfungsi sebagai sumbangan pemikiran dan menjadi masukan strategis para pembuat kebijakan serta menjadi kontribusi Ubhara Jaya pada bangsa dan kemanusiaan," papar Hermawan Sulistyo.

Rektor Ubhara Jaya Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Bambang Karsono, SH, MM., mengatakan, seminar Internasional itu, menjadi bagian penting dari upaya Ubhara Jaya menjalankan fungsi akademik dengan menghasilkan kajian yang berfokus pada tema-tema keamanan,

“Visi kami adalah membangun kapasitas kelembagaan berbasis sekuriti. Visi yang menjadikan Ubhara Jaya sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berfokus pada kajian tentang isu-isu keamanan,' jelas Bambang. 

Ia berharap dengan adanya kegiatan itu dapat membuka jejaring internasional yang lebih luas dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak, dengan fokus yang sama. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT