08 August 2022, 19:59 WIB

Israel Runtuhkan Rumah Warga Palestina Diduga Membunuh dengan Kapak


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mohammed Abed.
 AFP/Mohammed Abed.
Warga Palestina membawa jenazah empat remaja Palestina dari keluarga Najm selama pemakaman mereka di Jabalia, Jalur Gaza utara, Senin (8/8).

ISRAEL menghancurkan rumah dua pemuda Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (8/8). Keduanya dicurigai melakukan serangan kapak pada Mei yang menewaskan tiga orang.

Buldoser merobohkan rumah keluarga Assad Yussef al-Rifai, 19, dan Subhi Imad Abu Shukair, 20 di desa Rummanah, dekat Jenin di utara Tepi Barat, kata tentara. Kedua pria itu sedang menunggu persidangan, setelah hiruk-pikuk penusukan di kota Elad yang mayoritas dihuni Yahudi ultraortodoks.

Israel melancarkan perburuan besar-besaran setelah serangan itu dan menemukan pasangan itu bersembunyi di semak-semak dalam Israel. "Malam ini, tentara Israel menghancurkan rumah teroris yang melakukan serangan di Elad, sehingga Boaz Gul, Oren Ben Yiftach, dan Yonatan Habakuk tewas dan lainnya terluka," kata militer dalam pernyataan.

Kamal Abu al-Rub, wakil gubernur Jenin, mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 50 kendaraan militer telah menyerbu kota itu semalam. "Listrik terputus dari daerah itu dan kendaraan terus menyerang dua rumah itu hingga Senin pagi," katanya.

Keluarga kedua pria itu telah kalah dalam banding yang diajukan ke pengadilan tertinggi Israel untuk mencegah pembongkaran. Pembongkaran itu terjadi hanya beberapa jam setelah gencatan senjata antara Israel dan militan Jihad Islam di Jalur Gaza mulai berlaku, menyusul tiga hari kekerasan di mana 44 warga Palestina tewas.

Baca juga: Gencatan Senjata Israel-Jihad Islam, Truk Bahan Bakar Masuk Gaza

Israel secara rutin menghancurkan rumah-rumah warga Palestina yang dituduh melakukan serangan. Ia berpendapat tindakan seperti itu bertindak sebagai pencegah, tetapi para kritikus mengatakan itu sama dengan hukuman kolektif.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Enam Hari 1967. Sekitar 475.000 pemukim Yahudi saat ini tinggal di Tepi Barat dalam komunitas yang dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional bersama sekitar 2,8 juta orang Palestina. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT