30 July 2022, 18:30 WIB

AS Hukum Warga Kanada Anggota ISIS Penjara Seumur Hidup


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Stefani Reynolds.
 AFP/Stefani Reynolds.
Departemen Kehakiman AS.

SEORANG jihadis Kanada yang didakwa sebagai pemain kunci dalam produksi propaganda kelompok ISIS dan menerbitkan beberapa video kekerasan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Jumat (29/7). Ini dikatakan Departemen Kehakiman (Department of Justice/DOJ) Amerika Serikat.

Mohammed Khalifa, yang lahir di Arab Saudi, mengaku bersalah pada Desember karena berkonspirasi untuk memberikan dukungan materi kepada ISIS yang mengakibatkan kematian. Menurut dakwaan Departemen Kehakiman (DOJ), dia meninggalkan Kanada pada 2013 untuk bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan mengambil peran utama dalam kekhalifahan yang memproklamirkan diri dengan mengangkangi negara itu dan Irak.

Khalifa, sekarang berusia 39 tahun, dengan cepat mulai mengambil peran penting dalam kelompok ISIS. Pada 2014 ia menjadi anggota kunci dari sel propaganda, kata DOJ, khususnya karena penguasaan bahasa Inggris dan Arab.

Sel itu terutama berada di balik produksi video sandera asing yang dieksekusi, termasuk jurnalis AS James Foley dan Steven Sotloff, yang dipenggal kepalanya pada 2014. Khalifa juga memberikan sulih suara bahasa Inggris untuk dua video ISIS yang paling kejam dari 2014 dan 2017 saat ia terlihat mengeksekusi tentara Suriah.

Baca juga: Produksi Madu Yaman Menjadi Korban Perang dan Perubahan Iklim

Dia juga diduga sebagai narator video perekrutan yang menunjukkan serangan ISIS di Prancis dan Belgia. Ia mendesak orang lain untuk mengambil bagian dalam tindakan kekerasan serupa.

Pada Januari 2019, ia ditangkap dalam baku tembak oleh pasukan Suriah yang didominasi Kurdi dan bersekutu dengan Amerika Serikat. Dalam wawancara pada tahun yang sama dengan CBC Kanada dari penjara Suriah, Khalifa tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya. 

Dia mengatakan ingin kembali ke Kanada bersama istri dan ketiga anaknya, tetapi dengan syarat dia tidak akan diadili di sana. Namun, pada tahun 2021 ia dipercayakan kepada otoritas Amerika dan akhirnya dipindahkan ke Amerika Serikat. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT