28 July 2022, 09:42 WIB

Macron Jamu Putra Mahkota Saudi meski Diprotes Penggiat HAM


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Dimitris Papamitsos.
 AFP/Dimitris Papamitsos.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengunjungi museum Acropolis di Athena.

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menjamu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk pembicaraan di Paris pada Kamis (28/7). Ia menentang kritik bahwa undangan itu sangat tidak pantas terkait hampir empat tahun setelah pembunuhan oleh agen jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Pertemuan itu akan dilihat sebagai langkah terbaru dalam penerimaan kembali penguasa de facto kerajaan itu ke dunia internasional, setelah Presiden AS Joe Biden bertemu dengan pria yang dikenal sebagai MBS awal bulan ini. Topik yang akan dibahas dalam pertemuan itu termasuk pasokan energi karena kekhawatiran tentang kekurangan listrik akibat invasi Rusia ke Ukraina serta mengekang program nuklir musuh regional utama Riyadh, Iran.

MBS--yang digambarkan di dalam negeri sebagai tokoh reformasi sosial dan ekonomi tetapi dilihat oleh para kritikus sebagai tiran pembunuh--tiba di Prancis setelah perjalanan ke Yunani untuk membahas hubungan energi. "Saya merasa sangat terganggu dengan kunjungan itu, karena apa artinya bagi dunia kita dan apa artinya bagi Jamal (Khashoggi) dan orang-orang seperti dia," kata sekretaris jenderal Amnesty International Agnes Callamard kepada AFP menggambarkan MBS sebagai orang yang tidak menoleransi perbedaan pendapat.

Baca juga: Iran Sebut AS Perlu Tunjukkan Ingin Kesepakatan Nuklir Berlaku Lagi

Kunjungan tersebut menandai perjalanan pertama MBS ke UE sejak pembunuhan Khashoggi oleh agen Saudi di konsulat kerajaan di Istanbul pada 2018. Ini kejahatan yang digambarkan oleh penyelidikan PBB sebagai pembunuhan di luar proses hukum yang menjadi tanggung jawab Arab Saudi. Penyelidikan itu juga mengatakan ada bukti yang dapat dipercaya untuk menjamin penyelidikan lebih lanjut atas tanggung jawab individu pejabat tinggi Saudi, termasuk MBS.

Badan-badan intelijen AS menetapkan bahwa MBS telah menyetujui operasi yang menyebabkan kematian Khashoggi. Dalam hal Riyadh membantahnya dan menyalahkan itu akibat ada operasi nakal.

Baca juga: Pangeran Saudi Kunjungi Yunani dan Prancis Pertama sejak Pembunuhan Khashoggi

Presiden Prancis sejatinya melakukan perjalanan ke kerajaan pada Desember 2021 untuk melakukan pembicaraan dengan MBS. Kunjungan ini membuat beberapa orang heran pada saat itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT