27 July 2022, 14:43 WIB

Gempa Guncang Filipina. Sejumlah Gedung Roboh


 Cahya Mulyana | Internasional

Handout / La Trinidad Municipal Police Station / AFP
 Handout / La Trinidad Municipal Police Station / AFP
Polisi dan tim penyelamat membawa mayat pekerja bangunan dari reruntuhan gedung di La Trinidad, Benguet, Filipina, Rabu (27/7),

GEMPA dengan kekuatan magnitude 7,0 di Filipina menewaskan tiga orang. Selain itu, gempa juga merobohkan gedung-gedung, dan mengguncangnya terasa hingga radius 300 kilometer atau hingga ibu kota Filipina, Manila.

Pusat gempa berada Abra, Pulau Luzon pada Rabu (27/7), pukul 08:43 (0043 GMT), kata pihak berwenang Filipina. Sumbernya dari pergeseran lempeng bumi atau tektonik.

Warga Dolores berlarian saat merasakan gempa. "Orang-orang ketakutan berlarian keluar gedung dan jendela pasar lokal pecah," kata Mayor Polisi Edwin Sergio kepada AFP.

Menurut dia pasar hancur karena terguncang dan tertabrak orang-orang yang panik saat merasakan gempa. "Sayuran dan buah-buahan yang dijual di pasar juga berantakan setelah meja digulingkan," terangnya.

Baca juga: Gempa Kuat Landa Filipina Utara Setidaknya Tiga Tewas

Sebuah video yang di-posting di Facebook dan diverifikasi oleh AFP menunjukkan retakan di jalan aspal dan tanah di kota Bangued. Tetapi tidak ada kerusakan yang terlihat pada toko atau rumah.

Sejumlah orang terluka di Bangued dan dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, kata kepala polisi Mayor Nazareno Emia kepada AFP.

Seorang mahasiswi Mira Zapata yang sedang berada di rumahnya di kota San Juan mengatakan guncangan gempa terasa sangat kuat.

"Kami mulai berteriak dan bergegas keluar. Tapi Rumah kami baik-baik saja tetapi rumah-rumah di bawah bukit rusak," jelasnya.

Cincin Api

Filipina sering diguncang gempa karena lokasinya berada di lingkaran gunung berapi Pasifik. Busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Gempa kali ini yang terkuat yang tercatat di Filipina dalam beberapa tahun. Pada Oktober 2013, gempa dengan magnitude 7,1 melanda Pulau Bohol di Filipina tengah, menewaskan lebih dari 200 orang dan memicu tanah longsor.

Hampir 400.000 orang mengungsi dan puluhan ribu rumah rusak. Gempa kuat mengubah lanskap pulau dan pecahan tanah mendorong hamparan tanah hingga tiga meter, menciptakan dinding bebatuan di atas pusat gempa.

Pada 1990, gempa bumi dengan magnitude 7,8 di Filipina utara menciptakan retakan tanah yang membentang lebih dari seratus kilometer. Kematian diperkirakan mencapai lebih dari 1.200 dan menyebabkan kerusakan besar pada bangunan di Manila.

Lembaga vulkanologi dan seismologi Filipina secara teratur mengadakan latihan gempa, mensimulasikan skenario di jalur patahan aktif negara tersebut.

Ketika gempa bumi besar, badan tersebut mengatakan orang-orang akan kesulitan untuk berdiri di lantai atas, pohon dapat bergoyang dengan kuat, benda berat dan perabotan dapat roboh dan lonceng gereja yang besar dapat berbunyi. (AFP/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT