08 July 2022, 17:32 WIB

Putin Sebut Meninggalnya Shinzo Abe sebagai Kehilangan tidak Tergantikan


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Toshifumi Kitamura.
 AFP/Toshifumi Kitamura.
Siluet pejalan kaki di depan layar video publik besar yang menunjukkan gambar mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe di Akihabara. 

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin pada Jumat (8/7) menyebut meninggalnya mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe sebagai kehilangan yang tak tergantikan.

Dalam telegram kepada keluarga Abe, Putin menyebut Abe sebagai negarawan luar biasa yang telah melakukan banyak hal untuk mengembangkan, "Hubungan bertetangga yang baik antara negara kita."

"Saya berharap Anda dan keluarga Anda diberi kekuatan dan keberanian dalam menghadapi kehilangan yang berat dan tidak dapat tergantikan ini," kata Putin, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, Jumat, pembunuhan mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe ialah tindakan kejahatan yang tidak dapat diterima. "Saya menyampaikan penghiburan dan belasungkawa saya kepada keluarganya dan orang-orang Jepang karena telah kehilangan perdana menteri terlama mereka dan seorang politikus yang dihormati," kata Yoon dalam pernyataan yang dirilis oleh kantor kepresidenannya.

Baca juga: Mantan PM Jepang Shinso Abe Meninggal Dunia Usai Ditembak

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan pada Jumat bahwa negaranya terkejut dengan serangan mengerikan terhadap mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe. Abe meninggal di rumah sakit setelah ditembak di acara kampanye.

"Italia dikejutkan oleh serangan mengerikan yang melanda Jepang dan demokrasinya," katanya dalam pesan belasungkawa. Draghi menyebut Abe pendukung besar kehidupan politik Jepang dan internasional serta memberi penghormatan kepada semangat inovatif dan visi reformasinya. Italia, imbuhnya, berdiri dalam solidaritas dengan keluarga Abe, pemerintah Jepang, dan semua rakyat Jepang.

Abe, 67, dinyatakan meninggal di rumah sakit pada Jumat sore. Ia meninggal setelah ditembak dalam acara politik di kota Nara, Jepang. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT