05 July 2022, 05:35 WIB

AS Simpulkan Abu Akleh Kemungkinan Besar Ditembak Militer Israel Namun tidak Disengaja


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/AL JAZEERA
 AFP/AL JAZEERA
Mendiang wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh

AMERIKA Serikat (AS), Senin (4/7), menyimpulkan bahwa wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh kemungkinan besar tewas karena ditembak pasukan Israel dan menuntut 'Negeri Zionis' itu bertanggung jawab.

Namun, 'Negeri Paman Sam' itu juga mengatakan tidak ada alasan mengatakan insiden penembakan itu disengaja.

Memupuskan harapan adanya kesimpulan yang memuaskan, AS mengatakan mereka tidak bisa membuat kesimpulan yang pasti mengenai asal peluru yang menewaskan Abu Akleh pada 11 Mei lalu.

Baca juga: Palestina Serahkan Peluru yang Bunuh Abu Akleh ke Tim Forensik AS

"Pakar balistik menyebut peluru itu dalam kondisi rusak parah sehingga sulit membuat kesimpulan yang pasti," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price setelah mengklaim pihaknya telah melakukan analisa forensik secara mendetail terhadap peluru yang diserahkan oleh Otoritas Palestina.

Abu Akleh, yang berkebangsaan AS dan Palestina, tewas ditembak saat meliput operasi militer Israel di Jenin, Tepi Barat, meski mengenakan rompi bertuliskan 'Press'.

Koordinator Keamanan AS (USSC), yang memberikan asisten keamanan untuk Otoritas Palestina dan berkoordinasi dengan Israel, mengatakan mendatakan akses atas penyelidikan yang dilakukan Palestina dan Israel.

"Dengan menggabungkan kedua penyelidikan, USSC menyimpulkan bahwa peluru yang membunuh Shireen Abu Akleh datang dari posisi IDF," ujar USSC mengacu pada Angkatan Bersenjata Israel.

"USSC tidak menemukan alasan bahwa penembakan itu disengaja melainkan akibat yang tragis dari operasi militer IDF terhadap faksi Jihad Islam Palestina."

"Kami akan terus menjalin komunikasi dengan Israel dan Otoritas Palestina untuk langkah berikutnya. Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Abu Akleh," lanjut USSC. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT