05 July 2022, 04:51 WIB

Penembakan Saat Parade Hari Kemerdekaan AS, Enam Orang Tewas


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Jim Vondruska/Getty Images
 AFP/Jim Vondruska/Getty Images
Polisi menyisir jalur parade perayaan kemerdekaan AS di Chicago setelah seorang pria bersenjata menewaskan sedikitnya 6 orang.

SEORANG pria bersenjata senapan menembak mati sedikitnya enam orang dalam parade hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di Chicago, Senin (4/7).

Polisi tengah memburu pelaku penembakan, yang masih buron, saat pemerintah kota membatalkan rangkaian perayaan 4 Juli lainnya termasuk di kota tetangga, Evanston.

Di jalur parade, kursi kosong dan beberapa barang milik warga tertinggal saat warga melarikan diri setelah mendengar bunyi tembakan.

Baca juga: Warga Ohio Turun ke Jalan Protes Penembakan Lelaki Kulit Hitam oleh Polisi

"Awalnya, semua orang mengira itu adalah bunyi petasan," ujar seorang warga yang mengaku bernama Zoe kepada CNN.

"Ayah saya menyangka itu bagian dari pertunjukkan. Namun, saya mengatakan kepadanya tampaknya ada yang salah. Saya kemudian menarik dia dan semua orang juga berlarian karena panik."

Saat melarikan diri itu, Zoe mengaku melihat seorang perempuan ditembak mati. "Saya melihat dia ditembak. Saya melihat dia mati."

Zoe mengaku dia dan ayahnya sempat bersembunyi di belakang tempat sampah sebelum polisi mengevakuasi mereka ke sebuah rubanah toko perlatan olahraga bersama sejumlah orang lain, beberapa dari mereka terluka.

Ketima mereka akhirnya bisa keluar, Zoe menyebut jalur parade itu telah berubah bak zona perang. "Itu sangat menakutkan."

Komandan polisi Chris O'Neill mengungkapkan penembakan itu dimulai sekitar pukul 10.41 saat parade sudah berlangsung 3/4 jalan.

"Tampaknya pelaku mengincar para penonton. Dia melakukan aksinya secara acak dan dengan sengaja. Itu sangat menyedihkan," ujar O'Neill.

Dia menambahkan sebanyak lebih dari 20 orang dirawat di rumah sakit dan enam orang dipastikan tewas.

Tersangka pelaku penembakan diidentifikasi sebagai seorang pria kulit putih berusia antara 18-20 tahun, berambut panjang hitam, dan menggunakan senapan serbu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT