03 July 2022, 10:50 WIB

Kehadiran Iriana di Ukraina Pertegas Ketulusan Misi Perdamaian Jokowi


Theofilus Ifan Sucipto | Internasional

AFP/PRESIDENTIAL PALACE
 AFP/PRESIDENTIAL PALACE
Ibu Negara Iriana (ketiga dari kanan) mendampingi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Ukraina.

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ibu Iriana saat melawat ke Rusia dan Ukraina. Kehadiran Ibu Negara membawa pesan humanis.

“Ini untuk mempertegas Indonesia berangkat ke Ukraina dan Rusia semata-mata untuk misi perdamaian dan tidak memiliki kepentingan apapun,” kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto dalam diskusi virtual bertajuk ‘Sukses Besar! Jalur Pangan Rusia Terbuka, Jokowi: Mission Accomplished,’ Minggu (3/7).

Andi mengatakan hal itu sejalan dengan tahapan awal bila ingin memulai resolusi konflik. Misalnya menawarkan upaya-upaya humaniter sehingga pengungsi bisa ditarik keluar dari wilayah konflik.

Baca juga: Kedubes Rusia: Putin Sebut Dialog dengan Jokowi Sangat Informatif

“Kehadiran Ibu Iriana, yang memberi bantuan obat-obatan ke rumah sakit di Kiev menjadi simbol fokus upaya perdamaian,” papar dia.

Selain itu, Indonesia mendorong gencatan senjata segera dilakukan. Sehingga upaya kemanusiaan bisa segera diperluas di Ukraina.

Presiden Joko Widodo beserta rombongan terbatas tiba di Indonesia pada Sabtu (2/7). Kepala Negara rampung melakukan kunjungan kerja ke empat negara, yakni Jerman, Ukraina, Rusia, dan Uni Emirat Arab (UEA) selama sepekan.

Jokowi juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral, antara lain dengan Kanselir Jerman, Presiden Prancis, Perdana Menteri (PM) India, PM Kanada, dan PM Inggris. 

Presiden kembali menekankan waktu dunia tidak panjang untuk menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga pangan dan pupuk. (OL-1)

BERITA TERKAIT