30 June 2022, 22:54 WIB

Wapres Parlemen Eropa: Sebut Israel Apartheid itu Antisemitisme


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Adam Berry.
 AFP/Adam Berry.
Nicola Beer.

PARA pemimpin dari sejumlah negara berbicara pada Kamis (30/6) menentang penggunaan istilah apartheid dari konteks sejarah Afrika Selatan dengan tujuan mencemarkan nama baik dan mengisolasi Israel dengan menggambarkannya sebagai entitas rasis. Ini dilaporkan The Jerusaalem Post oleh MSN.

Komentar tersebut dikatakan pada konferensi yang diselenggarakan bersama oleh Combat Antisemitism Movement (CAM), World Zionist Organization (WZO) dan LSM Monitor dan berjudul Mengabaikan Sejarah: Bagaimana Aktivis Anti-Israel telah Membajak Apartheid Afrika Selatan Label untuk Menyerang Negara Yahudi.

Para pemimpin dunia, diplomat, legislator, dan pembuat kebijakan mendiskusikan yang harus dilakukan untuk mengembalikan istilah apartheid ke konteks yang tepat dan mendelegitimasi penggunaannya dalam wacana tentang konflik yang tidak relevan dengannya.

"Mengategorikan Israel sebagai negara apartheid hanyalah antisemitisme biasa," kata Wakil Presiden Parlemen Eropa dan Utusan Khusus untuk Memerangi Diskriminasi Agama Termasuk Antisemitisme Nicola Beer. "Menurut pendapat saya, karakterisasi seperti itu melawan kemajuan yang dibuat di kawasan terkait proses perdamaian, malah memperdalam keretakan dan memicu antisemitisme di seluruh dunia."

Selama 18 bulan terakhir, Human Rights Watch dan Amnesty International menerbitkan laporan yang menuduh Israel melakukan apartheid. PBB membentuk dua badan dengan klaim apartheid akan menonjol.

Baca juga: Mantan Jurnalis, Calon PM Israel Yair Lapid Punya Putri Autis

Upaya-upaya itu mendistorsi sejarah tentang yang terjadi selama sistem segregasi rasial yang dilembagakan di Afrika Selatan di masa lalu. Penyalahgunaan istilah apartheid yang terus-menerus meremehkan penderitaan yang dialami oleh para korban apartheid sejati dari rezim apartheid yang menindas.

"Penderitaan Afrika Selatan di bawah apartheid ialah unik dan upaya untuk menerapkan label yang sama ke Israel meremehkan sejarah itu dan tidak dapat diterima," kata Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Jiří Kozák. "Kami menganggap ini antisemitisme terbuka. Mengeklaim bahwa Israel ialah upaya rasis termasuk melanggar Definisi Kerja IHRA tentang Antisemitisme. Klaim apartheid bukan tentang mempertanyakan kebijakan tertentu, tetapi tentang menantang sifat negara Yahudi." (OL-14)

BERITA TERKAIT